Now Reading
4 Tips Membuka Bisnis Wedding Photography, Peluang Hobi Menjanjikan

4 Tips Membuka Bisnis Wedding Photography, Peluang Hobi Menjanjikan

Makin ke sini, sebuah jasa wedding photography semakin berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat. Besaran jumlah yang menikah pada tiap bulannya menjadikan hal ini dilihat sebagai peluang bisnis yang sayang untuk dilewatkan bagi beberapa orang, terlebih jika orang tersebut adalah orang yang memiliki pula hobi pada bidang fotografi.

Bisnis wedding photography saat ini tak hanya soal foto, tapi juga bisa berupa video. Beragam alat-alat perlu disiapkan, mulai dari kamera, lighting, hingga drone seperti DJI RC Pro.

Selain meraup keuntungan, membuka bisnis yang satu ini juga terbilang mengasyikkan sebab selain melakukan pekerjaan yang dilandasi sebuah hobi, bisnis ini juga bersifat lebih fleksibel sebab dapat disesuaikan dengan waktu yang dimiliki. Semisal jika kamu sedang sibuk di tanggal sekian hingga sekian maka bisa menolak beberapa klien untuk sementara waktu.

Namun membuka bisnis ini tentunya tidak bisa asal sembarang membuka terdapat beberapa tips yang bisa kamu simak di bawah ini untuk membuka bisnis wedding photography!

1. Penguasaan Teknik Fotografi

Sebelum memulai usaha atau bisnis di bidang fotografi, penting bagi kamu untuk menguasai yang namanya teknik-teknik fotografi. Sudah pasti sifatnya jika tips ini menjadi tips yang sangat penting untuk dilakukan sekaligus dikuasai sebab orang yang akan menyewa jasa kamu tentu melihat terlebih dahulu bagaimana hasil serta kualitas dari foto-foto kamu. Teknik fotografi sendiri beragam, ini bisa kamu pelajari seiring kamu melakukan hobi memotret kamu, salah satu tekniknya adalah dengan menampilkan karakter fokus dari objek, dimana nanti hasilnya akan mengesankan.

Selain itu, dengan menguasai teknik fotografi akan membuat kamu lebih siap dan sigap jika dihadapkan dengan kondisi-kondisi tidak terduga ketika di lapangan, semisal hujan atau lokasi memotret tidak kondusif. Kamu bisa memanfaatkan ilmu yang telah kamu kuasai dan aktivitas usaha kamu tetap berjalan walaupun tidak maksimal. Selain mempelajari teknik fotografi itu sendiri, mempelajari bagaimana cara mengoperasikan setiap komponen fotografi pun tidak kalah penting sebab tidak semua teknik dapat diterapkan pada alat fotografi, jika saja lensanya yang berbeda maka ada perbedaan pula akan teknik yang diterapkan.

2. Dukungan Alat Fotografi

Biasanya seorang fotografer awal mulanya akan memiliki minimal 1 kamera dengan 1 lensa bawaan. Namun seiring bertambahnya waktu, tentu ia akan semakin mengulik dengan memperbarui alat-alat fotografinya dengan alat yang lebih profesional dan mumpuni.

Nah, sebagai pengusaha di jasa wedding photography tentunya kamu harus memiliki dukungan alat fotografi yang mumpuni. Mulai dari kamera itu sendiri, berbagai jenis lensa, hingga alat pendukung lainnya seperti drone DJI RC Pro. DJI RC Pro merupakan drone yang dapat mendukung usaha wedding photography kamu, dimana alat tersebut dapat merekam aktivitas pernikahan dari sisi atas dengan menghasilkan video berkualitas. Pastinya dengan memiliki alat ini akan menjadi nilai tambahan dari jasa yang kamu tawarkan, selain itu juga kamu bisa berkompetisi dengan jasa lainnya dikarenakan jasa wedding photography kekinian sudah sepatutnya memiliki alat-alat kekinian pula seperti drone, jadi jangan sampai mau kalah saing, ya! Oh iya, kamu bisa memiliki DJI RC Pro dengan membelinya melalui e-commerce Blibli dengan harga dimulai 14 juta-an saja.

See Also
hukum berhubungan badan saat di bulan ramadan ramadhan

3. Membangun Branding

Setelah kedua poin di atas dirasa matang, saatnya membentuk branding pada platform terkhususnya media sosial. Platform ini dianggap sangat membantu para pembuka usaha sebab jika saja pandai dalam melihat tren media sosial maka konten yang dibuat akan membidik tepat di target pasar atau audiens lainnya. Kamu harus membentuk konsep branding yang kekinian disesuaikan dengan target pasar. Melihat target pasar sekarang sudah pasti merupakan generasi millenial dan generasi Z, sebab generasi tersebutlah yang akan melaksanakan pernikahan. Sesuaikan nama jasa fotografi, logo, desain konten, hingga kualitas dan jasa yang kekinian dan memang menjadi favorit generasi-generasi yang akan melakukan pernikahan. Gunakan media sosial dalam menyebarkan konten tersebut untuk meningkatkan brand awareness dan tingkat pembelian jasa. Jangan lupa di konten tersebut, kamu harus menampilkan hasil-hasil foto kamu sebab itulah yang paling penting, audiens harus melihat hasil karya kamu sebelum yakin untuk melakukan transaksi pembelian jasa dengan kamu.

4. Membuat Plan Promosi dan Sumber Daya Manusia

Last but not least, plan terakhir adalah membuat rancangan promosi dan mengatur sumber daya manusia di dalam usaha yang hendak kamu lakukan. Pada poin rancangan promosi, selain memanfaatkan media sosial sebagai media penyaluran jasa, kamu pun juga harus melakukan promosi lainnya. Semisal, kamu mendapatkan job pertama di suatu pernikahan. Nah, kamu tetap bisa melakukan promosi di pernikahan tersebut dengan meminta kerjasama kepada pihak EO atau pengantin itu sendiri untuk menyematkan kartu nama di bagian pemberian souvenir pada pernikahan tersebut.

Gunakan kreativitas dalam mempromosikan jasa wedding photography kamu. Lalu yang kedua adalah sumber daya manusia, ini menjadi hal yang cukup penting pasalnya jasa wedding photography tentunya memerlukan orang-orang yang mana orang tersebut harus handal dalam bidang fotografi. Jika kamu membentuk jasa ini bersama teman kamu, sudah pasti tenang sebab tidak akan melaksanakan jasa ini seorang diri saja. Namun apabila kamu berniat untuk membuka jasa ini seorang diri dan berdiri sebagai CEO alias tidak terjun lapangan, maka penting untuk membuka lowongan dimana para pelamar harus benar-benar memenuhi kualifikasi seorang photographer.

Setelah melihat tips-tips di atas, apakah kamu mulai terpikir untuk membuka bisnis jasa wedding photography?

Baca juga:  Hantaran Pernikahan Unik, dari Album BTS hingga KFC!
close