Terapkan 3 Prinsip Ini Saat Anak Sudah Diperbolehkan Main Gadget

Biar anak enggak kecanduan ngegame

anak bermain gadget
Shutterstock

Anak-anak jaman sekarang adalah generasi yang lahir di era digital. Hal ini memungkinkan mereka  terbiasa dengan penggunaan barang-barang yang berteknologi digital, misalnya penggunaan smartphone maupun tablet untuk sekadar menonton atau mengerjakan tugas. Meski menawarkan  manfaat, teknologi digital juga memiliki potensi bahaya yang tak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, orangtua harus tegas untuk menerapkan prinsip-prinsip saat bermain gadget pada anak-anak. 

Apa saja? Yuk, simak!

Ajarkan Anak Prinsip Bermain Gadget yang Bijak

Teknologi memiliki banyak manfaat untuk anak-anak dalam mengembangkan kreativitas, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan jaringan. Tetapi, ada pula yang menunjukkan bahwa penggunaan media digital ini memiliki pengaruh yang negatif.

Beberapa di antaranya bahkan dapat memengaruhi kondisi kesehatan sang anak secara langsung. Sebut saja anak berisiko tinggi mengalami obesitas karena aktivitas fisik yang sangat kurang, gangguan mata akibat terlalu lama terpapar sinar biru, hingga efek negatif ke mental mereka.

Ya, terlalu lama bermain gadget dapat membuat anak kecanduan yang membuat mereka lebih mudah untuk merasa cemas dan depresi. Oleh karena itu, sebagai orangtua, kita harus mengajarkan anak menerapkan prinsip sehat digital.

Ini artinya, orangtua berkewajiban untuk mengajarkan anak prinsip-prinsip bermain gadget yang bijak. Menurut Nicholas J. Westers, Psy. D. psikolog anak di Children’s Medical Center di Texas, AS, ada tiga prinsip bermain gadget di era digital yang bisa diterapkan pada anak sejak dini, di antaranya:

1. Digital Hygiene

Beberapa orangtua ada yang beranggapan supaya anaknya bisa duduk diam maka lebih baik anak diberikan gadget untuk menonton film atau bermain game kesukaannya. Padahal, hal tersebut tidaklah tepat. Anak harus dibiasakan untuk tahu bahwa mereka juga harus beraktivitas secara sosial dan fisik dengan orang lain.

Maka dari itu, salah satu prinsip bermain gadget yang bisa diterapkan pada anak-anak adalah dengan melakukan digital hygiene. Digital hygiene adalah saat di mana kita “membersihkan” diri dari perangkat digital di waktu-waktu tertentu. Jadi, orangtua mengatur kapan anak boleh main gadget dan berapa lama durasinya.

Sejak dini, anak-anak harus diberi pemahaman dan diajari untuk menggunakan gadget secara seimbang. Ada waktu-waktu yang mereka tidak diperbolehkan untuk memegang gadget sama sekali, misal pada saat makan dan belajar.

Baca juga:  5 Bentuk Pola Asuh Orangtua yang Dapat Berdampak Negatif Pada Anak

2. Etika Digital

Prinsip bermain gadget lainnya yang perlu diterapkan pada anak adalah etika digital. Sebagai orangtua, pasti sudah biasa untuk mengajari anak bagaimana bersikap sopan, dengan cara mengatakan tolong dan terima kasih kepada orang lain saat dibantu. Nah, hal yang sama harus dilakukan dengan perilaku online.

Caranya adalah dengan memberikan pemahaman kepada anak saat akan mengirim pesan, apakah akan menyinggung orang lain atau tidak. Pasalnya, membaca pesan tidak sama seperti seseorang berbicara langsung.

Pastikan anak juga memahami yang ia kirim atau unggah di media sosialnya sebab selalu ada kemungkinan untuk disebarkan. Oleh karena itu, penting untuk menggugah apapun di media dengan etika.

Belajar menggunakan etika digital yang baik akan membantu anak untuk menjaga koneksi yang sehat dengan orang lain, baik secara langsung maupun online.

Baca juga:  Anak Tantrum Bikin Pusing? Coba 5 Cara Ini untuk Mengatasinya

3. Keamanan Online

Prinsip terakhir yang tidak kalah penting saat anak sudah diperbolehkan bermain gadget adalah tentang keamanannya. Ajari anak untuk membuat kata sandi untuk seluruh akun online-nya dan jangan pernah membagikan ke siapa pun, termasuk teman terdekatnya.

Pastikan juga untuk jangan pernah menampilkan nomor telepon, alamat rumah dan sekolah, apalagi menggunakan titik lokasi di mana mereka berada dengan menggunakan fitur GPS karena dapat menimbulkan risiko bahaya. Misalnya saja penculikan atau pencurian.

Baca juga:  Gaming Disorder, Gangguan Perilaku akibat Game yang Bisa Dialami Orang Dewasa dan Anak-anak

Operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan

Resmi, Berikut Daftar Jenis Operasi yang Ditanggung BPJS Kesehatan

pengiriman lebaran

Jadwal Pengiriman JNE, JNT & TIKI Saat Libur Lebaran 2020