Now Reading
5 Kesalahan Ortu yang Bikin Anak Jadi Senang Pilih-pilih Makanan (Picky Eater)

5 Kesalahan Ortu yang Bikin Anak Jadi Senang Pilih-pilih Makanan (Picky Eater)

anak susah makan picky eater

Setiap orangtua tentu anaknya tumbuh dengan sehat. Namun di lain sisi, orangtua pasti pernah mengalami sulitnya mengenalkan makanan baru kepada si kecil sehingga anak menjadi sangat pemilih dalam menentukan makanan yang mau dimakannya. Kebanyakan orangtua akan mencari penyebab anak susah makan dari sisi anak. 

Padahal kondisi tersebut bisa saja karena orangtua menerapkan cara yang salah. Hal ini pun diamini oleh Sarah Remmer, RD, ahli gizi anak dan keluarga dari The Centre for Family Nutrition, Calgary, Canada.

Kesalahan Ortu yang Membuat Anak Jadi Susah Makan

Sarah dalam laman CBC mengatakan bahwa orangtua suka berasumsi tentang perilaku makan anak-anaknya dan tanpa sengaja membatasi kemajuan mereka dalam menerima makanan baru. Nah, hal inilah yang pada akhirnya memengaruhi perilaku makan anak-anak. Alhasil, anak jadi susah makan karena mereka cenderung pilih-pilih makanan alias picky eater.

Lantas, kesalahan apa saja yang dilakukan orangtua sehingga membuat anak susah makan? Berikut ulasan lengkapnya!

1. Mengikuti Kemauan Anak

Saat anak susah makan, dipastikan akan muncul drama. Anak bisa menangis, berteriak, lari-larian karena kabur saat mau makan, hingga melakukan gerakan tutup mulut.

Semua drama tersebut sering kali membuat orangtua bingung dan pada akhirnya menyerah dengan memberikan apa yang anak inginkan supaya mereka mau makan.

Namun, tahukah bahwa menuruti semua kemauan anak justru bukanlah solusi yang tepat? Sebaliknya, hal tersebut justru akan membuat anak semakin susah makan dan pilih-pilih makanan.

Dengan cara ini, anak pun akan belajar bahwa kalau mereka tidak mau makan dan mengamuk, pasti orangtua akan luluh dan memberikan makanan yang mereka mau.

Baca juga:  Hi Ayah yang Lagi Kerja dari Rumah, Bantu Bunda dengan Cara Ini!

2. Tidak Memberikan Contoh

Anak merupakan peniru yang ulung. Dalam 5 tahun pertama kehidupannya, anak akan meniru segala kegiatan yang dilakukan oleh orangtua.

Makanya, bila orangtua ingin anak makan makanan yang sehat, cobalah berkaca dulu pada diri sendiri, sudahkah kamu melakukan hal yang serupa? Jadi, kalau orangtua cuek makan makanan instan atau camilan untuk pengganti makan, bisa dipastikan anak akan lebih susah makan dan pilih-pilih makanan.

3. Tidak Ada Variasi Makanan

Saat orang tua mengetahui anaknya menyukai makanan tertentu dan malas berurusan dengan drama anak susah makan, bukan tidak mungkin orangtua akan sering menyajikan makanan tersebut.

Kebiasaan ini membuat anak hanya mau makan yang sering orangtua sajikan saja. Anak pun merasa tidak perlu mencicipi makanan baru karena sudah merasa puas dengan makanan yang disajikan.

Baca juga:  Anak Tantrum Bikin Pusing? Coba 5 Cara Ini untuk Mengatasinya

4. Orangtua Kurang Kreatif

Orangtua harus pandai mengemas makanan supaya anak senang memakannya.

Misalnya dengan membuat bentuk-bentuk yang lucu, atau kalau anak tidak suka sayur, cincang sayur menjadi kecil-kecil sehingga anak tidak sadar bahwa ada sayur di dalam makanannya.

Jangan lupa, beri pemahaman pada anak bahwa sayur adalah makanan sehat yang bermanfaat untuk pertumbuhannya.

5. Porsi Makan Anak Terlalu Banyak

Untuk orangtua zaman dulu, prinsip makannya adalah makan yang banyak supaya sehat. Secara tidak sadar, banyak orangtua sekarang juga mengikuti pemikiran itu.

Padahal yang terpenting adalah makan bergizi dan cukup. Jadi orangtua harus berfokus pada kandungan gizi makanan yang disajikan bukan pada banyaknya makanan yang disajikan.

Soalnya, bila anak melihat porsi makannya terlalu besar pun, bisa jadi anak merasa makan adalah beban, yang mengakibatkan anak menjadi susah makan.

Baca juga:  5 Bentuk Pola Asuh Orangtua yang Dapat Berdampak Negatif Pada Anak

close