Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online 2020

Simak detailnya, ya!

Pencairan BPJS ketenagakerjaan online bisa kamu lakukan bila sudah mengundurkan diri dari pekerjaan (resign), sudah mencapai usia pensiun, mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ataupun masih bekerja di perusahaan saat ini.

Perbedaannya, bila sudah tidak bekerja (resign atau PHK) kamu bisa mencairkan saldo BPJS sebesar 100%. Sedangkan, bila masih bekerja pencairan saldo hanya bisa dilakukan sebesar 10% atau 30%, berikut detailnya:

 

Syarat & Ketentuan Mencairkan BPJS 2020

Bagi pekerja yang masih bekerja, pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan sebesar 10% dan 30%. Dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun.

Perlu diketahui, kamu hanya boleh dipilih salah satu yakni sebesar 10% atau 30% saja;

  • 10% untuk dana persiapan pensiun
  • 30% untuk biaya perumahan.

Setelah melakukan salah satu pencairan 10% atau 30%, maka pencairan berikutnya bisa 100% namun dengan syarat kamu sudah tidak bekerja (resign atau di-PHK).

Lalu untuk kamu yang ingin mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan sebesar 10% ataupun 30% maka kamu harus bersiap dengan pemberlakuan pajak progresif yang harus ditanggung.

Pajak progresif yang dikenakan mulai dari 5% hingga 30%, berikut detailnya;

  • Bila saldo JHT di bawah Rp50 juta: dikenakan pajak sebesar 5%.
  • Lalu bila saldo JHT di antara Rp50 juta sampai Rp250 juta, maka tarif pajaknya lebih besar yakni 15%.
  • Sedangkan bila saldo JHT kamu antara Rp250 juta sampai Rp500 juta maka pajaknya yaitu sebesar 25%.
  • Lain halnya bila saldo JHT yang telah mencapai lebih dari setengah milyar, maka tarif pajaknya adalah 30%.
  • Namun bila pekerja tidak pernah mencairkan JHT meski sudah mencapai 10 tahun kepesertaan maka berapapun saldo JHT, saat ingin mencairkannya akan dikenakan pajak 5%.

Bila sudah tidak bekerja (resign maupun PHK): Pencairan 100% saldo JHT dapat dicairkan apabila sudah 1 bulan tidak bekerja dan kepesertaan kartu BPJSTK sudah nonaktif. Perihal penonaktifan kartu ini dilakukan ketika HRD sudah membayarkan iuran terakhir dan sudah melakukan pelaporan ke pihak kantor cabang BPJSTK yang terdaftar.

Baca juga:  Syarat dan Cara Penggabungan Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Dokumen Persyaratan untuk Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan JHT

Pada dasarnya dokumen persyaratannya untuk pencarian dana BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja yang masih bekerja ataupun sudah tidak bekerja, hampir mirip, berikut detailnya:

  • Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan dan bawa kartu BPJS asli
  • Fotokopi KTP atau paspor dan bawa aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan bawa aslinya
    • Pastikan data KTP dan KK sama. Bila kedua data pada KK dan KTP berbeda maka kamu harus membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat terlebih dahulu
  • Fotokopi Buku Rekening

Bagi yang masih bekerja ada penambahan dokumen:

  • Surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan
  • Dokumen yang menyangkut perumahan (untuk klaim yang 30%)

Bagi yang sudah tidak bekerja, baik resign maupun di-PHK, bila ingin mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) ada tambahan persyaratan:

  • Surat keterangan pengunduran diri atau surat keterangan sudah tidak bekerja.
    Bila perusahaan tidak memberikan surat keterangan pengunduran diri (paklaring) ataupun perusahaan sudah tutup, kamu bisa membuat surat pernyataan di atas materai dengan mencantumkan pernyataan, seperti, tanggal masuk dan berhenti bekerja, pernyataan perusahaan tempat bekerja kamu sudah tutup, dan pernyataan bila belum mengajukan klaim JHT atau BPJS Ketenagakerjaan.\

syarat cairkan BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online

Pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan (JHT) online bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan eKlaim JHT, atau Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan. Bila keduanya belum berhasil, kamu mungkin bisa datang ke bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Namun dikarenakan adanya pandemi Corona COVID-19, pencairan BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa melalui antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, baik untuk peserta yang akan melakukan pencairan secara digital ataupun yang harus datang ke kantor Jamsostek. 

1. Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Melalui Antrian BPJS Ketenagakerjaan Online

Antrian online ini terbilang praktis karena semua persyaratan dan tahapan pencairannya bisa dilakukan secara online, di rumah saja. Berikut cara klaim JHT (Jaminan Hari Tua):

  • Isi lengkap data diri pada website antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Ada baiknya akseslah website antrean ini di pagi hari. Bila antrean selalu penuh, akseslah website secara berkala melalui menggunakan PC atau laptop, gunakan browser Chrome;

    pencairan BPJS ketenagakerjaan
    bpjsketenagakerjaan.go.id

  • Setelah berhasil registrasi antrean online, peserta akan mendapatkan email konfirmasi dari BPJSTK yang berisi alamat email kantor cabang pengajuan, data diri, syarat dokumen pencairan dan barcode;
  • Kirimkan isi pesan dan unggah dokumen ke alamat email kantor cabang yang terdapat pada email konfirmasi dengan subjek ANTRIAN_TANGGAL KEDATANGAN_NAMA LENGKAP_NOMOR KPJ. Berikut detail isi pesan dan dokumen yang diunggah:
    • Isi balasan email kamu dengan; nama, NIK, email, nomor handphone, tanggal kedatangan (booking). Tulis isi pesan tersebut pada bagian body email
    • Lampirkan dokumen (attachment) dokumen, berikut ini:
      • Scan atau foto syarat dokumen klaim JHT (yang sudah kami ulas di atas), beserta foto diri;
      • Scan atau foto formulir pencairan dana JHT (F5) yang terdapat pada email konfirmasi.
      • Scan atau foto barcode antrian online.
      • Perlu diketahui, file yang dilampirkan maksimal berukuran 1 MB per file.
  • Setelah itu, pihak kantor cabang akan melakukan verifikasi data
  • Bila lolos, kamu akan dihubungi oleh pihak kantor cabang maksimal H-1 sebelum tanggal pencairan yang telah ditentukan melalui video call WhastApp (peserta wajib mempunyai aplikasi WA), email, atau SMS.6

2. Pencairan Dana dengan eKlaim (Saat Ini Telah Dialihkan ke Antrian Online)

BPJS Ketenagakerjaan Online
sumber gambar: bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Pastikan kamu sudah membuat akun BPJS Ketenagakerjaan. Jika belum kamu harus membuat akun terlebih dahulu dengan mengunjungi website ini https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs
  • Setelah akun BPJS Ketenagakerjaan milikmu aktif. Kamu bisa login di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs
  • Lalu klik tab “KLAIM SALDO JHT”, pilih pengajuan klaim dan pilih jenis klaim.
    Jenis klaim yang bisa kamu pilih terdiri dari: Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri, Pemutusan Hubungan Kerja, dan yang lainnya.
  • Selanjutnya kamu diwajibkan untuk memilih kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (Bisa pilih kantor cabang manapun), selanjutnya menuliskan nama pemilik rekening, nama bank, dan nomor rekening.
  • Unggah semua dokumen persyaratan yang diminta (Untuk informasi dokumen persyaratan, sudah diulas di atas ya).
  • Setelah semua dokumen persyaratan diunggah atau di-upload, maka klik SIMPAN
  • Selanjutnya kamu akan menerima email tentang status klaim online. Kamu hanya perlu menunggu untuk balasan email mengenai pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan Anda.
  • Setelah menerima email balasan untuk undangan ke kantor cabang yang kamu pilih. Kamu bisa langsung cetak F5 (formulir pengajuan klaim jaminan hari tua) dan silahkan datang di hari yang tertera di email.
  • Jangan lupa untuk membawa seluruh dokumen asli beserta fotokopinya masing-masing 1 lembar. Masa berlaku e-klaim paling lama 7 hari dari tanggal undangan yang tercantum di email.

Dari awal tahun 2020, layanan eKlaim sudah dialihkan ke antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Sehingga, bila kamu ngin melakukan pencairan BPJS Ketenagakerjaan langsung menggunakan website antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id.

3. Cara Ketiga: Pencairan BPJS di BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN

Dikarenakan adanya pandemi corona COVID-19, pencairan melalui bank yang bekerja sama saat ini ditutup sementara. Pencairan JHT BPJS Kesehatan bisa dilakukan melalui antrean online.

  • Datang ke bank-bank yang bekerja sama dengan BPJSTK, seperti BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN dengan membawa persyaratan yang sudah diulas di atas.
  • Namun sebelum datang ke kantor cabang bank tersebut, silakan konfirmasi ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat terlebih dahulu agar dibantu pengecekan di mana kantor cabang bank terdekat yang sudah bekerja sama dengan BPJSTK. Pasalnya tidak semua kantor cabang bank bisa mencairkan dana JHT.
  • Lokasi pencairan BPJS di beberapa bank yang bekerja sama:
    • BRI: Pencairan BPJS Ketenagakerjaan bisa diajukan di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu BRI terdekat.
    • BNI: Pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa dilakukan di dua lokasi cabang SPO (Service Point Office) BNI, yakni BNI cabang Rawamangun dan Tangerang.
      • BNI KCU Rawamangun: Jl. Pemuda No.708-709, RT.8/RW.5, Jati, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
      • BNI KCU Tangerang: Jl. Daan Mogot Road No.2-4, Sukarasa, Tangerang, Tangerang, Banten 15111.
    • BTN: Di semua kantor cabang BTN Utama dan Pembantu pada hari operasional, Senin sampai Jumat, pukul 08.00 – 15.30.
    • Bank Mandiri:
      • Jakarta Cempaka Putih Permai, Cempaka Putih Permai Blok A No. 20-21, Jl. Letjend. Suprapto, Jakarta Pusat (021) 4203363
      • Jakarta Daan Mogot, Jl. Daan Mogot Komplek Kawasan Wijaya Kusumah KM 3, Jakarta Barat(021) 56961890
      • Jakarta Dewi Sartika, Jl. Dewi Sartika No.184 A, Cawang, Jakarta Timur (021) 8094754-5
  • Detailnya lainnya seputar pencairan BPJS Ketenagakerjaan di SPO Bank silakan kunjungi artikel ini.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar Pencairan JHT BPJS  Ketenagakerjaan

  • Apakah pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan online harus di kantor cabang yang sesuai alamat KTP atau domisili? Pencairan saldo JHT bisa dilakukan di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di mana saja.
  • Cara tahu saldo JHT BPJS ada berapa banyak, bagaimana ya? Kamu bisa kunjungi kunjungi Website BPJSTKU di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. Jika belum memiliki akun, silakan “Daftar pengguna” terlebih dahulu. Setelah akun kamu aktif, kamu bisa cek saldo BPJS. Detail caranya, bisa kamu lihat di sini ya.
  • Saya tidak punya kartu BPJS Ketenagakerjaan, lalu apa yang harus saja lakukan? Bila tidak punya kartu fisik BPJS Ketenagakerjaan, kamu bisa cetak kartu BPJS digital kamu, caranya bisa dilihat di sini ya.
  • Berapa lama pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan? pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan biasanya paling lama sekitar 14 hari (Dana akan dikirim ke nomor rekening kamu yang kamu daftarkan)
  • Kalau kartunya hilang, bagaimana? Tenang, solusinya bisa kamu cek di sini ya!
  • Saya punya dua kartu BPJS, yang pertama sudah non aktif, sedangkan yang satunya masih aktif, bisakah kartu saldo kartu yang sudah tidak aktif disatukan dengan saldo kartu yang masih aktif? Bisa kok, bila salah satu kartu BPJS Ketenagakerjaan kamu masih aktif alias kamu masih bekerja, kamu bisa elakukan penggabungan atau amalgamasi, caranya gampang kok. Cek detailnya di sini ya!
  • Bolehkah nomor rekening untuk menerima saldo BPJS menggunakan nomor rekening orang lain? Untuk buku rekening diwajibkan atas nama sendiri ya, dan boleh menggunakan rekening bank apa saja.
  • Antrian online mulai dari jam berapa ya? Kenapa saat saya coba selalu penuh? Bila antrian selalu penuh, kamu bisa coba pilih kantor cabang lain atau coba daftar kembali pada esok hari atau pada pukul 08.00 WIB. Bila pencairan saldo BPJS secara online masih belum berhasil, kamu bisa mengajukan pencairan SPO kerjasama bank, seperti BNI dan BJB atau kantor cabang perintis terdekat.
  • Bila kantor saya tidak bisa memberikan surat paklaring, harus bagaimana? Perihal pengajuan pencairan harus melampirkan paklaring. Namun bila perusahaan telah tutup, silakan konsultasikan dengan kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Layanan Bantuan Bila Terjadi Masalah Saat Ingin Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

  • Twitter dan Facebook: @BPJSTKinfo
  • Call Center BPJS Ketenagakerjaan: 175
Baca juga:  Tunjukkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Dapat Promo & Diskon Ini!

resep kastangel

Resep Kastangel, Kue Kering Khas Lebaran

lirik I'm in trouble NUEST

Lirik I’m in Trouble NUEST dan Terjemahannya