Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online

Pencairan BPJS ketenagakerjaan online bisa kamu lakukan bila sudah mengundurkan diri dari pekerjaan (resign), sudah mencapai usia pensiun, mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ataupun masih bekerja di perusahaan saat ini. Dengan catatan, kamu memenuhi persyaratan berikut ini:

Syarat dan Ketentuan Mencairkan BPJS

Ada beberapa syarat dan ketentuan bila ingin mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan online, berikut detailnya: 

Bagi pekerja yang masih bekerja, pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan sebesar 10% dan 30%. Dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun.

Pencairan hanya boleh dipilih salah satu, 10% atau 30% saja. 10% untuk dana persiapan pensiun dan 30% untuk biaya perumahan.

Setelah melakukan salah satu pencairan 10% atau 30%, maka pencairan berikutnya bisa 100% namun dengan syarat kamu sudah tidak bekerja (resign atau di-PHK).

Lalu untuk kamu yang ingin mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan sebesar 10% ataupun 30% maka kamu harus bersiap dengan pemberlakuan pajak progresif yang harus ditanggung.

Pajak progresif yang dikenakan mulai dari 5% hingga 30%, berikut detailnya;

  • Bila saldo JHT di bawah Rp50 juta: dikenakan pajak sebesar 5%.
  • Lalu bila saldo JHT di antara Rp50 juta sampai Rp250 juta, maka tarif pajaknya lebih besar yakni 15%.
  • Sedangkan bila saldo JHT kamu antara Rp250 juta sampai Rp500 juta maka pajaknya yaitu sebesar 25%.
  • Lain halnya bila saldo JHT yang telah mencapai lebih dari setengah milyar, maka tarif pajaknya adalah 30%.
  • Namun bila pekerja tidak pernah mencairkan JHT meski sudah mencapai 10 tahun kepesertaan maka berapapun saldo JHT, saat ingin mencairkannya akan dikenakan pajak 5%.
BPJS Ketenagakerjaan Online
sumber: bpjsketenagakerjaan.go.id

Bila sudah tidak bekerja, resign maupun PHK: Pencairan saldo JHT dapat dicairkan apabila sudah 1 bulan tidak bekerja dan kepesertaan kartu BPJSTK sudah nonaktif. Perihal penonaktifan kartu ini dilakukan ketika HRD sudah membayarkan iuran terakhir dan sudah melakukan pelaporan ke pihak kantor cabang BPJSTK yang terdaftar.

Baca juga:  Syarat dan Cara Penggabungan Saldo BPJS Ketenagakerjaan

Dokumen Persyaratan yang Diperlukan untuk Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan atau JHT

Pada dasarnya dokumen persyaratannya untuk pencarian dana BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja yang masih bekerja ataupun sudah tidak bekerja, hampir mirip berikut detailnya:

  • Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu yang asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta menunjukkan wujud aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya.
    • Pastikan data KTP dan KK sama. Bila kedua data pada KK dan KTP berbeda maka kamu harus membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat terlebih dahulu.
  • Fotokopi Buku Rekening

Bagi yang masih bekerja ada penambahan dokumen:

  • Surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan
  • Dokumen yang menyangkut perumahan (untuk klaim yang 30%)

Bagi yang sudah tidak bekerja, baik resign maupun di-PHK, bila ingin mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) ada tambahan persyaratan:

  • Surat keterangan pengunduran diri atau surat keterangan sudah tidak bekerja.
    • Bila perusahaan tidak memberikan surat keterangan pengunduran diri (paklaring) ataupun perusahaan sudah tutup, maka kamu bisa membuat surat pernyataan di atas materai dengan mencantumkan pernyataan yang menyatakan: bila kamu sudah berhenti bekerja, menyertakan tanggal masuk dan berhenti bekerja, menyatakan perusahaan tempat bekerja kamu sudah tutup, dan menyatakan kamu belum mengajukan klaim JHT atau BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online

Pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan (JHT) bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan eKlaim JHT atau Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Cara Pertama: Pencairan Dana dengan eKlaim

  • Pastikan kamu sudah membuat akun BPJS Ketenagakerjaan. Jika belum kamu harus membuat akun terlebih dahulu dengan mengunjungi website ini https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs

    sumber gambar: bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Setelah akun BPJS Ketenagakerjaan milikmu aktif. Kamu bisa login di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs
  • Lalu klik tab “KLAIM SALDO JHT”, pilih pengajuan klaim dan pilih jenis klaim.
    Jenis klaim yang bisa kamu pilih terdiri dari: Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri, Pemutusan Hubungan Kerja, dan yang lainnya.

    BPJS Ketenagakerjaan Online
    sumber gambar: bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Selanjutnya kamu diwajibkan untuk memilih kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (Kamu bisa memilih kantor cabang manapun), selanjutnya menuliskan nama pemilik rekening, nama bank, dan nomor rekening.
  • Unggah semua dokumen persyaratan yang diminta (Untuk informasi dokumen persyaratan, sudah diulas di atas ya).
  • Setelah semua dokumen persyaratan diunggah atau di-upload, maka klik SIMPAN
  • Selanjutnya kamu akan menerima email tentang status klaim online. Kamu hanya perlu menunggu untuk balasan email mengenai pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan Anda.
  • Setelah menerima email balasan untuk undangan ke kantor cabang yang kamu pilih. Kamu bisa langsung cetak F5 (formulir pengajuan klaim jaminan hari tua) dan silahkan datang di hari yang tertera di email.
  • Jangan lupa untuk membawa seluruh dokumen asli beserta fotokopinya masing-masing 1 lembar. Masa berlaku e-klaim paling lama 7 hari dari tanggal undangan yang tercantum di email.
Baca juga:  Cara Punya Rumah dengan KPR BPJS Ketenagakerjaan 2019

Cara Kedua: Daftar Antrian BPJS Ketenagakerjaan Online

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan fasilitas antrian online BPJS. Antrian online ini terbilang lebih praktis dibandingkan eKlaim karena kamu tidak perlu mengunggah dokumen, berikut ini caranya:

  • Isi lengkap data diri pada website antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Ada baiknya bila ingin mendaftar nomor antrian ini akseslah website antrian ini di pagi hari.
  • Setelah mendapatkan nomor antrian, datang ke kantor cabang yang kamu pilih sesuai jam dan tanggal yang ditentukan. Dan jangan lupa bawa dokumen persyaratan yang sudah diulas di atas,serta bawa formulir F5 yang sudah diisi.
antrian online BPJS
sumber gambar: bpjsketenagakerjaan.go.id

Cara Ketiga: Pencairan BPJS di BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN

  • Datang ke bank-bank yang bekerja sama dengan BPJSTK, seperti BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN dengan membawa persyaratan yang sudah diulas di atas.
  • Namun sebelum datang ke kantor cabang bank tersebut, silakan konfirmasi ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat terlebih dahulu agar dibantu pengecekan di mana kantor cabang bank yang sudah bekerja sama dengan BPJSTK. Pasalnya tidak semua kantor cabang bank bisa mencairkan dana JHT.
  • Misalkan bila ingin melakukan pencairan BPJS di BNI: Pencairan klaim BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa dilakukan di dua lokasi cabang SPO (Service Point Office) BNI, yakni BNI cabang Rawamangun dan Tangerang.
    • BNI KCU Rawamangun: Jl. Pemuda No.708-709, RT.8/RW.5, Jati, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
    • BNI KCU Tangerang: Jl. Daan Mogot Road No.2-4, Sukarasa, Tangerang, Tangerang, Banten 15111

syarat cairkan BPJS Ketenagakerjaan

Kalau kamu punya pertanyaan atau pengalaman tentang pencairan saldo JHT,  kasih komentar di bawah ya!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Woke.id (@wokedotid) on

8 Comments

Leave a Reply
  1. Saya ingin bertanya mengapa ketika saya sudah mengisi pengajuan klaim lalu kirim tapi malah ke Web antrian online bukan malah ke yg selanjutnya seperti yg sudah2 mengklaim. Terima kasih

    • Hi Asmaul Anisa, kemungkinan e-klaimnya sedang dalam tahap perbaikan. Selain menggunakan antrian online kamu bisa kunjungi bank yang bekerja sama ya (sesuai yang sudah diulas di atas). Semoga jawaban ini membantu, terima kasih ya.

  2. Saya diphk diperusahaan lama dan saya kerja kembali di perusahaan yang baru .. tapi bpjs tidak digabungkan , melain kan beda kartu .. apakah masih bisa mencairkan bpjs di perusaahan yang lama

    • Hi Kak Adi, bisa kok asal memenuhi persyaratan di atas. Namun sebelumnya kamu bisa cek terlebih dahulu di website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id, apakah benar BPJS kamu bisa dicairkan. Untuk detailnya, sudah diulas di atas ya. Semoga jawaban ini membantu, terima kasih

  3. Hai ka saya mau nanya, saya udh daftar untuk eklaim BPJS, dan sudah dapat balasan email dari BPJS nya. Setelah itu saya datang ke kantor BPJS yg tertera di email, setelah sampai disana kata satpamnya udh Dateng ke bank BNI blm?. Trus saya tunjukkan isi email nya, disitu ada tulisan disuruh Dateng ke BNI yg tertera di email dengan tanggal yg sudah ditentukan di email. Apa itu benar?

    • Hi Kak Mayang, bila pada email BPJSTK tertera diharuskan datang ke BNI, tak ada salahnya untuk ikuti anjuran tersebut. Semoga jawaban ini membantu, terima kasih

  4. haii kk sya mau tanya kartu sya kartu digital trus gimna yaa klo mau mencairkan dan apa saja syaratnya dan klo bank bni atau bjb itu tnpa online jdi permudah atau gimna yaa mksh

    • Hi Kak Septiyani, untuk persyaratannya sama saja seperti yang sudah diulas di atas ya. Terima kasih

Berikan Komentar Anda

promo ramadan

Puluhan Diskon dan Promo Ramadan 2019, Bukber Makin Hemat!

bukber murah

Bukber Murah Meriah Enggak Sampai 100 Ribuan