in

Ini Daftar Bunga Deposito Bank di Indonesia, Mana yang Paling Tinggi?

deposito bank

Bagi beberapa orang, deposito sering dijadikan instrumen investasi untuk memarkir dana lebih.

Deposito atau yang sering juga disebut dengan deposito berjangka dianggap lebih aman karena diterbitkan perbankan dan memiliki keuntungan yang jelas dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Selain itu, deposito juga memiliki kemudahan dalam pencairan karena ada deposito yang bertenor mingguan, satu bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan hingga 1 tahun.

Tak hanya itu, bunga deposito juga biasanya lebih tinggi dari bunga tabungan, yakni berkisar antara 5-7% dari jumlah dana kamu.

Untuk lebih jelasnya tentang suku bunga deposito rupiah dari berbagai bank di Indonesia ini, berikut detail informasinya yang dilansir dari Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia.

Bunga Deposito Bank di Indonesia

Bank

Suku Bunga Bank

3 Bulan (%) 1 tahun (%)

CITIBANK

5,1 6,6

DEUTSCHE BANK AG

5,1

6,2

STANDARD CHARTERED BANK

5,8

4,8

BANK HSBC INDONESIA 6

5,3

BANK ANZ INDONESIA

3,9 4,1
BANK BUKOPIN 6,4

6,6

BCA

6 6,1

BANK CIMB NIAGA

6,9

6,9

BANK COMMONWEALTH

6,3

6,6

BANK DANAMON INDONESIA 6

6

BANK DBS INDONESIA

6,9 6,5
BANK ICBC INDONESIA 7,6

5,5

BANK MANDIRI

6,6

4,5

BANK MAYBANK INDONESIA 6,3

5,6

BANK MAYORA

6,8 5,8

BANK MEGA

6,6

7

BNI

6,6

7

BANK OCBC NISP

6,5

7,2

BANK PANIN INDONESIA 6,8

6,6

BANK PERMATA

6,1 6,1

BRI

6,5

6,5

BTN 6,8

6,6

BANK UOB INDONESIA

6,8

7,3

SECARA KESELURUHAN

6,3

6,2

*Nominal suku bunga deposito di atas bisa sewaktu-waktu berubah, untuk lebih detailnya mohon lihat pada website resmi bank terkait.
bunga deposito
gobankingrates.com

Perhitungan Bunga Deposito

Berikut cara menghitung bunga deposito (per bulan)

  • Bila, uang yang kamu depositokan kurang dari Rp7.500.000, maka perhitungan yang digunakan, bunga deposito= jumlah uang yang didepositokan x bunga per tahun x tenor : 12.
  • Sedangkan bila uang yang depositokan lebih dari Rp7.500.000, maka perhitungannya, bunga deposito= jumlah uang yang didepositokan x bunga per tahun x 80% x ternor : 12.

*80% adalah pajak deposito. Pajak ini berlaku jika dana deposito di bawah Rp7,5 juta. Pajak deposito ini diatur dalam PP 131 Tahun 2000, KMK-51/KMK.04/2001, dan SE-01/PJ.43/2001.

Contoh kasus perhitungan bunga deposito:

Toni mendepositokan uangnya sebesar Rp20 juta, dengan jangka waktu atau tempo 3 bulan, bunga deposito nya sebesar 5,5%. Jadi berapa bunga deposito per bulan yang akan didapatkan Toni?

Berikut perhitungannya: Rp20.000.000 x 5,5% x 80% x 3 : 12 = Rp220.000.  Jadi setiap bulannya Toni mendapatkan bunga sebesar (per bulan) Rp220.000.

Sebenarnya deposito tak hanya Deposito berjangka saja, masih ada jenis deposito lainnya, seperti sertifikat deposito, deposito On-call, berikut penjelasan tiga macam jenis deposito yang ada di Indonesia yang dikutip dari Wikipedia :

  1. Deposito berjangka jadi deposito yang paling umum dikenal oleh masyarakat. Deposito berjangka adalah jenis tabungan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu. Deposito berjangka diterbitkan bisa dengan atas nama perorangan maupun lembaga. Uang yang disimpan, hanya bisa diambil ketika jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyetnya.
  2. Sertifikat Deposito, diterbitkan dalam bentuk sertifikat. Sertifikat tersebut tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga tertentu, sehingga dapat dipindahtangankan dan sangat mungkin untuk diperjualbelikan.
  3. Deposito On Call, yaitu tabungan berjangka dengan waktu penyimpanan yang relatif singkat, minimal 7 hari dan paling lama hanya kurang dari 1 bulan. Deposito ini dikhususkan dalam jumlah yang besar.

Comments

Berikan Komentar Anda

Loading…

0

Comments

0 comments

transfer uang

Apa Bedanya Transfer Uang Secara LLG, RTGS, dan RTO?

UMP 2019

Daftar Lengkap UMP 2019 di 33 Provinsi, Daerah Mana yang Tertinggi?