Cara Mudah Gunakan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online

wajib lapor ketenagakerjaan

Perusahaan wajib lapor ketenagakerjaan, hal ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1981.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan mewajibkan setiap pengusaha atau pengurus untuk melaporkan secara tertulis setiap mendirikan, menghentikan, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaan kepada menteri atau pejabat yang berwenang.

Adapun dalam laporan tersebut memuat, identitas perusahaan, jumlah pekerja, jabatan, hubungan ketenagakerjaan, perlindungan atau jaminan sosial tenaga kerja, lowongan kerja dan jumlah pekerja asing, setiap tahunnya.

Tapi sejak tahun lalu, perusahaan tidak perlu lagi melaporkan ketenagakerjaan secara manual.

Pasalnya perusahaan bisa lapor ketenagakerjaan dengan mengakses fasilitas wajib lapor ketenagakerjaan online di www.wajiblapor.kemnaker.go.id.

Pengguna sistem online atau daring ini, meliputi: pengusaha atau pengurus, pengawas ketenagakerjaan, administrator sistem, kepala Dinas Provinsi, dan kepala Dinas Kabupaten/Kota.

Dalam PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Tata Cara Wajib Lapor Ketenagakerjaan, pengusaha atau pengurus wajib melakukan pelaporan secara daring pada saat;

  1. Setelah mendirikan, menjalankan kembali, atau memindahkan Perusahaan; atau
  2. Sebelum memindahkan, menghentikan atau membubarkan Perusahaan.

Pelaporan dilakukan 30 hari setelah atau sebelum melakukan kegiatan. Pengusaha atau Pengurus wajib melakukan pelaporan secara berkala setiap 1 (satu) tahun pada bulan Desember

Wajib Lapor Ketenagakerjaan
mission-minded.com

Baca juga:  Pembahasan Lengkap UU Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui HRD

Cara Gunakan Fasilitas Online Wajib Lapor Ketenagakerjaan

Berdasarkan informasi yang dilansir dari website resmi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, berikut ini cara lapor ketenagakerjaan:

  • Akses website wajib lapor tenaga kerja di www.wajiblapor.kemnaker.go.id.
  • Jika belum punya akun, kamu dapat meregistrasikan perusahaan kamu ke dalam sistem wajib lapor, lewat tautan “Pendaftaran Perusahaan
  • Isi kelengkapan data pada kolom registrasi
  • Setelah daftar perusahaan, kamu sudah bisa menggunakan layanan lapor ketenagakerjaan secara online.
  • Kamu akan diminta mengisi kelengkapan data perusahaan, seperti:
    • Profil penguna dan perusahaan
    • Legalitas perusahaan
    • Status perusahaan
    • Tenaga kerja
    • Tenaga kerja asing
    • Jaminan sosial, terkait BPJS
    • Lowongan tenaga kerja
    • Pelatihan
    • Pengupahan
    • Dan sebagainya
  • Untuk lebih jelasnya bisa kamu lihat panduannya di sini.

Apabila perusahaan tidak melaksanakan lapor ketenagakerjaan maka perusahaan bisa diancam dengan pidana kurungan selama tiga bulan atau denda maksimal Rp1.000.000.

Baca juga:  Daftar Bank yang Tawarkan Sistem Payroll atau Penggajian

2 Comments

Leave a Reply
    • Hi Kak Syarif, kamu bisa melakukan pelaporan secara daring pada saat;
      – Setelah mendirikan, menjalankan kembali, atau memindahkan Perusahaan; atau
      – Sebelum memindahkan, menghentikan atau membubarkan Perusahaan
      Dengan mengikuti syarat dan cara yang sudah diulas di atas ya. Coba dicek kembali ya. Terima kasih

Berikan Komentar Anda

taman di Jakarta

5 Taman di Jakarta Terbaik untuk Melepas Penat Sepulang Kerja

pekerja Indonesia

LinkedIn: Pekerja Indonesia Miliki Optimisme Karier Paling Tinggi di Asia Pasifik