Info Fenomena Astronomi Juli 2020, Ada Gerhana hingga Hujan Meteor

Jangan sampai ketinggalan, ya!

info astronomi
Pixabay

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam website resminya telah berikan info tentang fenomena astronomi. Setidaknya, dalam info astronomi yang diterbitkan LAPAN ada 14 fenomena astronomi yang akan terjadi di pertengahan hingga akhir bulan Juli 2020. Mari, kita bahas detailnya satu per satu, ya!

Tanggal 6-7 Juli 2020: Konjungsi Bulan dan Saturnus

Sebelum kita membahas mengenai konjungsi Bulan dan Saturnus, mari kita mengenal arti kata konjungsi terlebih dahulu. Dalam pendekatan astronomi, konjungsi merupakan pertemuan atau papasan semu antara dua benda langit atau lebih. Sehingga arti dari konjungsi Bulan dan Saturnus adalah adanya pertemuan antara Bulan dan planet Saturnus. Nantinya di dekat bulan akan terlihat planet yang tampak seperti bintang bersinar.

Bagi kamu yang ingin melihat fenomena konjungsi bulan dan Saturnus, waktu terbaik untuk melihat fenomena konjungsi Bulan dan Saturnus adalah ketika keduanya telah terbit di ufuk barat, yakni pada pukul 19.00 WIB dengan jarak pisah 3 derajat dan posisi Saturnus berada di Barat Daya atau kiri atas Bulan.

Tanggal 12 Juli 2020: Fenomena Konjungsi Bulan-Mars, dan Konjungsi Venus-Aldebaran

Bila kamu ketinggalan info tentang fenomena astronomi, sehingga tak bisa melihat konjungsi bulan dan saturnus pada lima hari lalu. Tenang, kamu masih bisa melihat fenomena konjungsi Bulan dan Mars yang akan terjadi pada tanggal 12 Juli 2020, pukul 05.48.56 WIB. Dalam waktu ini, Bulan memasuki fase Cembung Akhir denga jarak 403,726 km dari Bumi. Sedangkan Mars berfase Cembung dengan jarak 112,7 juta km dari Bumi dan 207,2 juta km Matahari.

Pada tanggal 12 Juli 2020, tak hanya akan ada fenomena Konjungsi Bulan-Mars, namun ada juga fenomena konjungsi Venus-Aldebaran. Aldebaran adalah bintang paling terang dalam rasi Taurus dan salah satu bintang paling terang dalam langit malam. Waktu pengamatan fenomena konjungsi Venus-Aldebaran adalah ketika fajar nautika/bahari, yakni sekitar pukul 05.00 WIB dengan jarak pisah 57,7 menit busur atau 0,96 derajat.

Tanggal 13 Juli 2020: Fenomena Apogee Bulan dan Fase Perbani

Apogee adalah titik terjauh dari Bumi dalam garis edar satelit. Artinya saat tanggal 13 Juli 2020, posisi Bulan akan berada pada posisi terjauh dari Bumi, yakni 404,158 km. Waktu pengamatan terbaik untuk melihat fenomena ini adalah pada pukul 02.26.23 WIB.

Selain ada fenomena Apogee Bulan, ada juga fase perbani. Dengan adanya fase ini, Bulan akan terbit tengah malam dan berkulminasi ketika Matahari terbit. Fase perbani akan terjadi dari pagi hari hingga terbenam ketika tengah malam. Fase perbani akhir akan terjadi pada pukul 06.28.51 WIB dan dapat diamati dengan mata telanjang meskipun langit sudah terang.

Baca juga:  Gerhana Bulan Malam Ini Juni 2020: Waktu Terbaik & Cara Melihatnya

Tanggal 14 Juli 2020: Fenomena Oposisi Jupiter

Info fenomena astronomi yang disampaikan LAPAN berlanjut hingga tanggal 14 Juli 2020. Pada tanggal 14 Juli 2020 akan ada fenomena oposisi Jupiter, di mana posisi Jupiter, Bumi, dan Matahari berada pada garis lurus. Layaknya fase bulan purnama, Jupiter akan terlihat paling terang dari Bumi. Puncak oposisi Jupiter akan terjadi pada pukul 15.03 WIB.

Tanggal 17 Juli 2020: Fenomena Konjungsi Bulan dan Venus

Bagi kamu yang ingin melihat fenomena konjungsi Bulan-Venus, kamu bisa mengamatinya sekitar pukul 05.15 WIB. Dilansir dari laman resmi LAPAN (7/7), dalam konfigurasi ini, terlihat segitiga siku-siku Bulan-Venus-Aldebaran dan membentuk garis lurus terhadap Pleiades yang terletak di barat laut.

Tanggal 19 Juli 2020: Konjungsi Bulan dan Merkurius

Fenomena ini dapat disaksikan dengan waktu terbaik ketika fajar sipil sekitar pukul 05.30 WIB. Ketika berkonjungsi, Bulan dikabarkan terletak pada jarak 385.000 km dari Bumi dan memasuki fase Sabit Akhir. Sedangkan Merkurius berjarak 117,2 juta km dari Bumi.

Tanggal 21 Juli 2020: Ada Fase Bulan Baru & Oposisi Saturnus

Dalam astronomi, bulan baru atau bulan mati adalah fase bulan pertama, yang terjadi pada saat Bulan kurang-lebih berada dalam satu garis lurus di antara Matahari dan Bumi. Dalam info astronomi yang dijelaskan oleh Lapan, fenomena ini akan terjadi pada pukul 00.32.44 WIB. Kala itu, Bulan berjarak 377.192 km dari pusat.

Hilal pada fase Bulan baru dapat diamati dengan menggunakan alat bantu seperti binokular dan teleskop sebelum maupun setelah Matahari terbit.

Di tanggal yang sama, yakni 21 Juli 2020, kamu bisa bisa melihat fenomena oposisi Saturnus. Fenomena ini akan memperlihatkan bagaimana Saturnus, Bumi, dan Matahari berada pada satu garis lurus atau disebut oposisi Saturnus. Puncak oposisi dikabarkan akan terjadi pada 05.33 WIB dan dapat diamati dari wilayah Indonesia bagian barat selama Matahari belum terbit.

Baca juga:  WHO: Sinar Matahari Tidak Bisa Bunuh Virus Corona

Tanggal 23 Juli 2020: Fenomena Elongasi Merkurius

Berdasarkan info atau berita Astronomi yang disampaikan LAPAN, di tanggal 23 Juli 2020 akan ada fenomena Elongasi Merkurius.

Fenomena ini dapat diamati ketika terbitnya Merkurius sekitar pukul 04.39 WIB hingga terbitnya Matahari. Kala itu, posisi Merkurius berada di dekat Manzilah Alhena (Gamma Geminorum, salah satu rasi bintang Gemini) di konstelasi Gemini.

Tanggal 24 Juli 2020: Fenomena Perigee Bulan

Berlanjut ke hari berikutnya ada fenomena Perigee Bulan. Fenomena ini akan menunjukkan posisi terdekat Bulan dari Bumi. Saat itu, Bulan dikabarkan hanya berjarak 368.397 km dari Bumi pada pukul 11.53.38 WIB. Fenomena itu dapat diamati dengan mata telanjang.

Jadi Info yang Paling Ditunggu, 28-19 Juli Ada Puncak Meteor Delta Aquarid

Hujan meteor akan menutup deretan fenomena astronomi di bulan Juli 2020. Puncak hujan meteor Delta Aquarid akan terjadi pada tanggal 28-29 Juli 2020 meski aktif mulai 12 Juli hingga 23 Agustus. Pengamatan terbaik adalah sebelum fajar astronomis atau sekitar pukul 03.00-04.00 waktu setempat.

drama korea l infinite

Drama Korea Terbaik yang Dibintangi Kim Myungsoo

lirik lagu telephone exo sc

Lirik Lagu Telephone EXO SC dan Terjemahannya