Ini Dia Persiapan Sebelum Memiliki Anak

Jangan sampai salah abil langkah

persiapan memiliki anak
thefederalist.com

Wajib dibaca oleh para pasutri muda yang masih cupet ilmunya dalam hal berumah tangga. Jangan seenaknya kamu menghadirkan si bidadari surga tanpa memahami persiapan yang diperlukan. Maka dari itu, kamu perlu memahami beberapa poin penting untuk persiapan sebelum memiliki anak ini.

Tujuannya adalah untuk meminimalisasi angka kerusakan rumah tangga akibat orang tua belum mempersiapkan sang buah hati untuk lahir ke dunia. Padahal jika mau kamu telaah lebih dalam lagi, menghadirkan bayi ke dunia ini adalah satu hal yang sangat digaris bawahi. Bagaimana tidak? Dia adalah manusia, bagaimana pun itu kamu harus mempersiapkan beberapa poin penting ini.

Persiapkan Finansial Sebelum Memiliki Anak

Salah satu poin penting sebelum kamu memutuskan memiliki anak, maka finansial adalah hal penting yang harus diperhatikan. Sudah jelas bahwa bayi akan memiliki banyak kebutuhannya. Semua kebutuhan itu menyangkut aspek finansial lebih baik lagi. Misalnya saja yang sederhana dengan susu suplemen bayi dimana tidak semua orang bisa membelinya. Jika keadaan finansial orang tua buruk, maka biasanya mereka menyiasati pengganti susu dengan produk yang harganya lebih murah atau bahkan ironisnya hanya memberikan air gula. Dan itu sangat tidak disarankan.

Aspek finansial adalah salah satu aspek yang penting. Proses tumbuh kembang sang anak dimulai dari aspek ini. Mulai dari membeli kebutuhan dan sarana prasarana, memberikan gizi seimbang sampai memberikan exercise yang memang bermanfaat untuk sang anak. Semua ini bisa kamu wujudkan jika sudah mapan secara finansial. Bagaimanapun kebutuhannya, prioritaskan aspek ini. Karena jangan sampai anak kamu yang menderita.

Moral/ Emosional

Poin yang dianggap sepele, tapi aslinya penting adalah moral dan emosional. Persiapan sebelum memiliki anak dari segi moral adalah kamu harus bisa mengontrol bagaimana diri kamu mengajarkan dan mengimplementasikan tata krama. Ini berfungsi untuk perkembangan moral sang anak. Jika kamu salah memberikannya, maka jangan heran kalau sang anak bertindak tidak sesuai dengan apa yang kamu ajarkan.

Anak adalah fotokopi dari sang orang tua. Jika orang tua bisa mengontrol emosinya, memberikan ilmu moral yang tepat serta mengajarkan moral yang baik, maka sang anak pun jadi lebih baik lagi dalam menjalani kehidupannya. Efek dan sifat negatif jadi lenyap dan tidak terbawa sampai besar. Sebelum kamu memutuskan untuk memiliki anak, maka penting untuk mengedukasi dari segi moral. Jangan sembarangan memberikan ajaran yang salah.

Baca juga:  3 Langkah Bijak Mengajarkan Toleransi Terhadap Perbedaan Ras Kepada Anak

Ilmu Pengetahuan 

Orang tua adalah guru terbaik sang anak, pernah mendengar ungkapan seperti itu? Ya memang benar adanya. Hampir mirip dengan yang poin pertama hanya perbedaannya terletak pada materi yang diajarkan. Apabila dalam lingkup moral sang anak akan diberikan pembelajaran terkait tata krama, maka jika dalam lingkup pengetahuan maka sang anak diberikan ilmu pengetahuan dasar agar bisa menjalani kehidupan akademisnya.

Ini sangkut pautnya dengan edukasi di bangku sekolahnya. Jika sang anak sudah terlatih mendapatkan pelajaran dari sang orang tua, maka ketika di sekolahnya nanti sang anak semakin mudah dalam menyerap pelajaran. Jika tingkat kecerdasan sang anak juga meningkat, alhasil mereka pun jadi lebih peka dan aware terhadap kewajibannya yaitu sebagai seorang pelajar yang tugasnya belajar. Mayoritas kesuksesan anak di sekolah tergantung bagaimana dia saat kecil diajarkan oleh orang tuanya.

Sampai di sini, setidaknya kamu punya persiapan sebelum memiliki anak agar lebih baik lagi.

Baca juga:  5 Cara Asik Mengajarkan Anak untuk Mengatur Keuangan yang Baik Sejak Dini

Tulisan ini merupakan artikel kontributor di #WokenyaBercerita. #WokenyaBercerita adalah platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi siapapun untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

lajang

Jangan Menyesal, Ini Tips Memanfaatkan Masa Lajang dengan Kegiatan Produktif

makanan khas Jepang

5 Makanan Khas Jepang yang Harus Dicicipi Saat Berlibur