Iuran BPJS Kesehatan 2019 Naik, Ini Infonya!

BPJS Kesehatan
Marcelo/Unsplash.com

Iuran BPJS Kesehatan 2019 dikabarkan akan naik. Pemerintah memastikan kenaikan iuran masing-masing kelas, baik kelas 1, 2 dan 3 akan berbeda-beda. 

Perbedaan nominal kenaikan untuk masing-masing kelas akan ditentukan sesuai hasil hitung-hitungan pemerintah beserta evaluasinya.

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Berlaku 2020

Kabarnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan peraturan presiden (perpres) sebagai dasar hukum kenaikan tarif iuran program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan. Rencananya perpres ini akan diterbitkan pada tahun ini agar bisa dipraktikkan pada tahun 2020.

Menurut Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dilansir dari CNNIndonesia (21/8), kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan berlaku untuk seluruh kelas, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau mereka yang ditanggung negara. 

Namun, persentase atau nominal kenaikan iuran akan mengacu, antara lain jumlah peserta di masing-masing kelas, dan status peserta, misalnya PNS atau karyawan swasta. 

Kemudian, persentase dan nominal final tarif iuran juga akan ditentukan oleh hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dikeluarkan pada akhir Agustus. 

Audit BPKP akan berisi soal perubahan kelas rumah sakit, posisi defisit keuangan BPJS Kesehatan per semester I 2019, proyeksi defisit sampai akhir tahun, hingga sumber dana yang bisa didapat dari berbagai bauran kebijakan dalam rangka menutup defisit. 

Bila hasil audit sudah keluar, barulah pemerintah bisa menghitung berapa sisa defisit yang bisa ditutup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Begitu pula dengan sisa defisit yang bisa ditutup dari kebijakan kenaikan tarif iuran kepada peserta BPJS Kesehatan. 

Pemerintah pusat juga akan mempertimbangkan berapa kemampuan penutupan defisit dari pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setelah itu, pemerintah akan menuangkan perhitungan itu ke dalam beberapa opsi bauran kebijakan. 

Menurut Kepada Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, nominal kenaikan iuran yang ideal antara lain, untuk iuran peserta PBI perlu naik sebesar Rp7.000 per orang, dari semula Rp23 ribu menjadi Rp30 ribu. Sebagai informasi, iuran PBI dibayar oleh pemerintah bagi masyarakat tidak mampu.

Iuran peserta BPJS kelas II seharusnya naik Rp4.000 dari Rp51 ribu menjadi Rp55 ribu. Terakhir, iuran peserta BPJS kelas III perlu naik Rp1.500, yaitu dari Rp25.500 menjadi Rp27 ribu. 

View this post on Instagram

 

A post shared by Woke.id (@wokedotid) on

Berikan rating

Apakah artikel ini membantu?

Klik 5 bintang jika membantu

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote

Berikan Komentar Anda

Drama korea September

Sederet Drama Korea Terbaru September 2019

KTP anak

KTP Anak Wajib Dimiliki Usia 0-17 Tahun, Begini Cara Buatnya!