Jangan Ragu Tulis Cerita Kamu

tulis cerita
Freepik.com/Valeria Aksakova

Di antara kalian ada yang punya ketertarikan di bidang literatur, entah itu dalam hal tulis cerita atau sekadar menjadi penikmat karya orang? Atau mungkin kalian suka berimajinasi setelah menonton atau membaca karya favorit kalian?

Di masa pandemi seperti sekarang ini, menulis menjadi pilihan bagus sebagai pengisi waktu luang atau lapangan kerja alternatif. Selain tidak membutuhkan banyak peralatan, kita tidak perlu susah-payah ke luar rumah untuk melakukannya. Tinggal buka buku atau alat elektronik, tulis sepatah dua patah kata, dan jadilah karya tulis!

Memang, seperti layaknya kegiatan lain, membuat karya literasi pun memiliki tantangan tersendiri.  Di antaranya adalah mencari dan mengembangkan ide, juga apakah ide tersebut bisa diterima masyarakat luas atau tidak. Jangan khawatir! Di sini, saya akan menuliskan tips-tips mudah untuk tulis cerita:

1. Sebelum Tulis Cerita, Cari dan Pertahankan Ide

Bagian ini mungkin terdengar mudah, tapi jangan salah, kadang-kadang karena ide terlalu mudah didapat dan banyak ide baru menumpuk di otak, begitu akan ditulis malah susah diuraikan. Begitu dapat ide A, dapat lagi ide B sebelum A diselesaikan. Kalau sudah begitu, tulisan kalian bisa terbengkalai nantinya.

Tips dari pengalaman saya sendiri: buat catatan kecil!  Kumpulkan dulu ide-ide yang sekiranya bisa saling melengkapi dalam satu cerita, lalu buat diagram untuk menghubungkan ide-ide tersebut. Rancang diagram tersebut hingga membentuk cerita yang utuh. Ide yang tidak bisa dimasukkan dalam diagram sebaiknya disisihkan dulu, atau digunakan untuk cerita lainnya.

2. Jangan Lupa Kembangkan Ide Saat Tulis Cerita

Kadang-kadang, meski sudah melengkapi diagram tersebut, begitu hendak tulis cerita malah bingung apa yang akan ditulis. Memang, mengembangkan diagram tersebut dalam bentuk paragraf dan dialog yang menarik bukan perkara mudah. Karena itu, kalian harus sering-sering memperhatikan bagaimana orang lain menulis karya mereka. Pelajari style mereka, dan teruslah berlatih menulis sampai kalian menemukan style kalian sendiri.

tulis cerita
Freepik.com/pressfoto

3. Riset dan Kepenulisan

Ini tidak kalah pentingnya dengan mencari dan mengembangkan ide. Untuk membuat cerita kalian makin masuk akal, riset adalah hal wajib. Kalian mungkin bertanya-tanya, kalau menulis cerita fiksi atau fantasi, kenapa harus riset? Bukankah lebih baik menggunakan imajinasi?

Memang betul jika kisah fiksi dan fantasi lebih mengedepankan imajinasi, tapi jika terlalu mengada-ada, bisa-bisa pembaca bakal jengah dengan cerita kalian (kecuali kalau kalian menulis cerita itu untuk konsumsi kalian sendiri). Jika tulis cerita romance remaja, cari tahu bagaimana kehidupan remaja pada umumnya di sekolah. Jika karakter yang kalian buat adalah seorang agen rahasia atau siswa super pintar, buat ia membuktikan kemampuannya. Deskripsi seperti “si A adalah agen rahasia” atau “si B adalah seorang ilmuwan muda” sebaiknya dibuktikan dalam cerita, bukan hanya menjadi “aksesoris” yang fungsinya semata-mata agar karakter itu terlihat keren dan istimewa.

Sifat karakter juga harus realistis. Jika karakter itu ditulis sebagai “baik hati dan tidak sombong”, buat ia baik hati dan tidak sombong dalam cerita itu, jangan hanya mengandalkan deskripsi dari karakter lain untuk memperkenalkan karakter itu. Biarkan ia berinteraksi dengan karakter lain dan membuktikan kalau ia benar-benar seperti apa yang dideskripsikan.

Selalu ingat-ingat mantra ini saat menulis: “Show, don’t tell.”

Baca juga:  Biar Makin Seru Chattingan, Begini Cara Bikin Tulisan Unik di WA Tanpa Aplikasi

4. Edit dan Kirim Karya Tulis

Inilah langkah final dalam menulis. Memang betul kalau di redaksi yang kita tuju pasti ada editor, tapi alangkah baiknya kalau kita membenahi tulisan kita dahulu untuk meringankan pekerjaan mereka. Asyiknya saat mengedit, kadang-kadang kita menemukan plot hole atau malah mendapat ide baru yang mengejutkan untuk ditambahkan dalam cerita. Dengan begitu, ketika dikirimkan, cerita kita bisa jauh lebih bagus ketika dicetak.

Selanjutnya, kirimkan ceritamu ke redaksi. Sebaiknya perhatikan dulu persyaratan di tiap redaksi, misalnya jika kalian menulis cerita romance atau horor, jangan kirimkan ke redaksi yang khusus menerima cerita Islami. Cek juga batas maksimal dan minimal kata dari karya yang dikirimkan. Jika tidak menemukan redaksi yang cocok, kalian juga bisa mengirimkan secara indie.

Mungkin kalian takut kalau cerita kalian malah tidak disukai oleh pembaca. Jangan takut, reaksi pembaca lebih baik dipikir belakangan. Yang penting, kalian tidak patah semangat untuk menulis.

Dengan tips-tips di atas, saya harap kalian jadi lebih semangat untuk menulis. Selamat tulis cerita!

Tulisan ini merupakan artikel kontributor di #WokenyaBercerita. #WokenyaBercerita adalah platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi siapapun untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

game ganshin impact

Menguak Fakta Tersembunyi Genshin Impact, Game Viral yang Menuai Kontroversi

makan mie instan

Awas, Ini Akibat Makan Mie Instan Tiap Hari!