Now Reading
Mengenal Kleptomania, Gangguan Perilaku yang Dialami Lee Joon Young

Mengenal Kleptomania, Gangguan Perilaku yang Dialami Lee Joon Young

lee joo young kleptomania di The World of The Married

Drama Korea yang berjudul The World of the Married tengah jadi perhatian publik. Alasannya karena latar belakang ceritanya mengangkat isu yang cukup sensitif, yaitu perselingkuhan. Banyak penonton yang mengaku ikut terbawa emosi akibat konflik yang dimunculkan oleh para pemainnya. Selain membahas soal perselingkuhan, satu isu lain yang tak kalah menarik dalam drama ini adalah tentang kleptomania.

Ya, diketahui bahwa Lee Joon Young, anak pemeran utama Jin Sun Woo (Kim Hee Ae) dan Lee Tae Oh (Park Hae Joon) mengidap gangguan perilaku kleptomania. Gangguan perilaku tersebut dialami akibat kegagalan pernikahan kedua orangtuanya karena sang ayah berselingkuh dengan wanita yang lebih muda.

Lantas, seberapa parahkah kleptomania dan apa saja tanda dan gejalanya? Yuk, kulik lebih jauh tentang kondisi ini dalam ulasan berikut.

Kleptomania Adalah Gangguan Kesehatan Mental

Kleptomania, atau yang lebih dikenal dengan klepto adalah gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang suka mencuri barang orang lain. Perilaku mencuri ini tidak dilatarbelakangi karena masalah finansial atau kesulitan ekonomi.

Sebaliknya, seseorang dengan kondisi ini mencuri karena dirinya tidak mampu menolak dorongan untuk mencuri barang. Barang-barang yang dicuri pun sebenarnya merupakan barang yang remeh temeh, yang mungkin tidak berharga dan tidak dibutuhkan olehnya.

Barang hasil curiannya tersebut biasanya akan disimpan atau beberapa mungkin ada yang disumbangkan, diberikan ke kerabat, atau bahkan diam-diam justru dikembalikan lagi ke tempat asalnya.

Baca juga:  WHO: Kecanduan Game Termasuk Gangguan Mental

Gejala Kleptomania yang Paling Ketara

kleptomania adalah
Shutterstock

American Psychiatric Association menetapkan bahwa gejala kleptomania yang paling dominan adalah hasrat untuk mencuri yang sangat tinggi. Keinginan tersebut pun dapat muncul dan terjadi secara berulang-ulang.

Orang yang mengalami kondisi ini sebenarnya sadar bahwa apa yang mereka perbuat adalah hal yang salah. Sayangnya, keinginan untuk mencuri ini sangatlah kuat, sehingga orang dengan kondisi ini sering kali mengabaikan akal sehatnya dan tetap memilih untuk melakukannya.

Bedanya kleptomania dengan pencuri kejahatan seperti maling adalah mereka tidak merencanakan untuk mencuri sebelumnya. Jadi, segala bentuk perbuatannya dilakukan secara spontan, alias terjadi begitu saja. Hal ini bisa disebabkan karena dorongan untuk mencuri datangnya bisa kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, seseorang dengan kleptomania juga akan merasa puas bila berhasil mengambil barang orang lain dan cenderung merasa gelisah atau tidak tenang bila dorongan untuk mencuri tidak direalisasikan.

Walaupun merasa puas ketika ‘misinya’ berhasil dijalankan, tapi orang dengan gangguan ini juga kerap diselimuti rasa bersalah, menyesal, malu, membenci dirinya atau bahkan takut ditangkap setelah mencuri.┬áNamun, saat siklus kleptonya kambuh, mereka akan mengabaikan segala ketakutannya tersebut.

Baca juga:  5 Bentuk Pola Asuh Orangtua yang Dapat Berdampak Negatif Pada Anak

Kleptomania Bisa Disebabkan akibat Depresi

Sebenarnya penyebab pasti kleptomania belum diketahui. Kendati demikian, para ahli menduga bahwa kondisi ini bisa dipicu akibat adanya gangguan di dalam otak, entah karena penyalahgunaan zat terlarang atau kerusakan otak lainnya.

See Also
daftar pemenang ama 2021

Selain itu, sejumlah penelitian juga menemukan bahwa kondisi ini kerap terjadi pada orang yang mengalami gangguan suasana hati yang ekstrem, layaknya depresi.

Baca juga:  Kenali 6 Tanda Terselubung Toxic Friendship, Teman yang Merusak Hidup Kita

Lantas, Bisakah Kondisi Ini Disembuhkan?

surat dokter
sumber: pexels

Kleptomania dapat diobati dengan sejumlah pengobatan yang harus diawasi ketat oleh dokter. Pengobatan ini meliputi rajin minum obat-obatan yang diresepkan dokter dan terapi perilaku kognitif.

Kedua pengobatan tersebut dapat membantu mengurangi gejala dan kecenderungan orang dengan kleptomania untuk mengambil barang yang bukan miliknya. Bila kamu atau orang lain di sekitarmu menunjukkan tanda-tanda kleptomania seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk pergi berobat ke dokter maupun mengikuti layanan konseling ke psikolog.

Dokter dan psikolog akan memberikan pengobatan terbaik sesuai dengan kondisi yang kamu alami.

Baca juga:  5 Perilaku Buruk Anak yang Sebaiknya Tidak Diabaikan Orangtua

close