5 Kiat Jitu Menghindari Pertengkaran dengan Pasangan Selama #Diirumahaja

Biar suasana rumah adem anyemmm~

bertengkar dengan pasangan
Shutterstock

Dengan merebaknya virus Corona saat ini, banyak perusahaan yang menjalankan metode kerja dari rumah atau lebih populer dengan singkatan WFH (work from home). Walau kedengarannya nyaman, tapi pada kenyataannya WFH ini tidak gampang dilakukan. Jika tidak pintar-pintar mengatur strategi malah dapat membuat kita tidak bisa produktif. Salah satunya bisa karena mood yang kurang baik akibat bertengkar dengan pasangan.

Mengingat belum adanya kepastian tentang kapan ini akan berakhir, maka lebih baik kita menjaga kesehatan jasmani dan rohani, termasuk di dalamnya menjaga kestabilan hubungan dengan pasangan. Lantas, bagaimana caranya? Yuk lihat!

Menghindari Bertengkar dengan Pasangan Selama Kerja di Rumah

1. Perbanyak Bilang Terima Kasih

Ketika mood sedang tidak bagus karena kerjaan, ada kalanya kita jadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar. Nah, di saat seperti ini, jangan jadikan pasanganmu sebagai pelampiasan sehingga apa pun yang dilakukannya selalu salah di matamu. Kamu juga jadi sering mengomel di depannya.

Disadari atau tidak, hal tersebutlah yang justru memicu kamu bertengkar dengan pasangan. Ketimbang harus marah-marah, ada baiknya kamu memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih saat pasangan membuatkan sesuatu atau membantumu.

Hal sederhana tersebut nyatanya dapat membuat si pasangan merasa dihargai sekaligus memotivasi dirinya untuk melakukan hal baik lagi ke depannya.

Baca juga:  Hi Ayah yang Lagi Kerja dari Rumah, Bantu Bunda dengan Cara Ini!

2. Tanya Dulu Sebelum Komentar

Rasanya, gemas sekali melihat pasangan hanya duduk di depan laptop sambil memegang handphone. Gemas di sini bukan karena lucu, ya, tapi lebih mengarah ke gregetan karena tampaknya si pasangan tidak fokus bekerja dan lebih memilih untuk main handphone.

Namun, sebelum berkomentar, coba tanyakan dulu, siapa tahu pasangan sedang menyelesaikan tugas dari kantornya. Ingat, komentar negatif pasangan yang sebenarnya belum diketahui kebenarannya dapat membuat kamu dan pasangan saling bertengkar. 

Jadi, biasakan untuk mendengar dulu sebelum bicara, ya!

3. Cara Menjawab yang Baik

Saat pasangan mengeluh dengan nada yang tidak enak, sangat mungkin hal itu memancing emosi kamu. Namun, jangan keluarkan emosi itu secara langsung karena hal tersebut justru akan membuat kamu dengan pasangan saling bertengkar. 

Hal yang perlu dilakukan adalah belajar meresponnya dengan lebih positif. Cobalah jawab atau tanggapi keluhan dengan cara baik, sehingga kamu dan pasangan pun dapat menghindar dari pertengkaran yang tidak perlu. 

Baca juga:  5 Kiat Bijak Mengatur Keuangan di Masa Krisis akibat Corona

4. Memiliki Me Time

Hidup serumah dan kerja dari rumah akan memungkinkan kamu dan pasangan bertemu 24 jam penuh. Tak sedikit yang merasa bahwa dirinya justru kehilangan ruang dan privasi.

Maka dari itu, sepakati dengan pasangan untuk mengambil waktu me time masing-masing. Cara ini dapat meminimalisir risiko bertengkar dengan pasangan yang lebih besar. 

5. Hindari Kode

Biasanya yang paling sering memberi kode-kode adalah sang istri. Kalau kodenya tidak dipahami oleh pak suami, istri pun jadi kesal. Padahal, pak suami bukanlah cenayang yang bisa memahami isi kepala setiap orang.

Sebaiknya, katakan saja secara jelas kepada pasangan supaya tidak terjadi salah paham. Tetapi bila pertengkaran tidak bisa dihindari, sebaiknya hindari berdebat di depan anak.

Itulah berbagai tips menghindari bertengkar dengan pasangan yang bisa diterapkan. Pada intinya adalah bangun sebuah pondasi komunikasi yang baik antara kamu dan pasangan. Dengan begitu, segala prahara yang ada di depan mata dapat diselesaikan secara baik tanpa harus saling tarik urat.

Baca juga:  Catat! Ini Daftar Asuransi yang Menanggung Biaya Pengobatan Akibat Virus Corona

drama korea oh my baby

Drama Korea Oh My Baby: Sinopsis dan Situs Download Gratis

gaming disorder anak kecanduan game

Gaming Disorder, Gangguan Perilaku akibat Game yang Bisa Dialami Orang Dewasa dan Anak-anak