Panduan Lengkap Perhitungan THR 2020

THR (Tunjangan Hari Raya) jadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pekerja, tak terkecuali THR tahun 2020 ini.

Berdasarkan Permenaker No. 6/2016, setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, baik itu berbentuk perusahaan, yayasan, perorangan, atau perkumpulan.

Pengertian THR

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.6 Tahun 2016, pasal 1 ayat 1, THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.

Hari Raya Keagamaan di Indonesia sendiri ada lima, berikut detailnya:

  • Hari Raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam.
  • Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Kristen Protestan.
  • Hari Raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu.
  • Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha.
  • Hari Raya Imlek bagi pekerja yang beragama Konghucu.

Menurut permenaker No. 6/2016 Pasal 5 Ayat 1, pembayaran THR diberikan satu kali dalam setahun dan disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing-masing karyawan.

Tapi, ada kalanya karyawan mendapatkan THR tidak pada hari raya keagamaan yang dirayakan agamanya, melainkan pada hari raya keagamaan agama lain. Biasanya, hal ini dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, tentunya kesepakatan ini harus tertuang dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Perhitungan THR


				

Cara menghitung THR (Tunjangan Hari Raya) diatur dalam  Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja, menggantikan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.PER.04/MEN/1994.

Pengusaha wajib memberi THR keagamaan kepada karyawan yang telah mempunyai masa kerja satu bulan atau lebih secara terus menerus.

Peraturan tersebut berlaku pada seluruh karyawan dengan status kerja apa pun, baik karyawan tetap, karyawan kontrak, atau karyawan paruh waktu.

Dalam Permenaker No. 6/2016 Pasal 3 Ayat 1 untuk menghitung besarnya THR diatur sesuai ketetapan sebagai berikut:

  • Masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih :  1 bulan upah.
  • Masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan : masa kerja/12 x 1 bulan upah.

Lalu maksud upah di sini adalah upah bersih atau upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap  sesuai dengan Permenaker No. 6/2016 Pasal 3 Ayat 2.

Dan untuk tunjangan tetap adalah suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok, seperti tunjangan isteri, tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan kematian, tunjangan daerah dan lain-lain. 

Tunjangan Makan dan Tunjangan Transport dapat dimasukan dalam komponen tunjangan tetap apabila pemberian tunjangan tersebut tidak dikaitkan dengan kehadiran, dan diterima secara tetap oleh pekerja menurut satuan waktu, harian atau bulanansebagaimana yang diuraikan dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah.

perhitungan thr
sumber gambar: Shutterstock

Contoh Hitung THR

Pekerja yang telah bekerja lebih dari 12 bulan

  • Misalkan Fifi telah bekerja selama 3 tahun di perusahaan FGH. Upah pokok Fifi: Rp5.000.000, dengan tunjangan tidak tetap untuk transportasi dan makan Rp1.500.000.
  • Berapa THR yang didapat Fifi? Maka Fifi berhak mendapatkan THR 1 bulan gajinya, berikut perhitungan THR untuk Fifi ialah 1 x (Rp5.000.000) = Rp5.000.000.

Sedangkan untuk pekerja yang baru bekerja kurang dari 12 bulan.

  • Fiana baru bekerja di Perusahaan JKL, selama 2 bulan. Upah pokok Fiana: Rp6.000.000, dengan tunjangan tidak tetap untuk transportasi dan makan Rp300.000 dan tunjangan tetap komunikasi Rp200.000.
  • Berapa THR yang didapat Fiana? Perhitungannya adalah masa kerja/12 x 1 bulan upah.
  • Jadi perhitungan THR untuk Fiana adalah: 2/12 x (Rp6.000.000 + Rp200.000) = Rp1.033.333

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Woke.id (@wokedotid) on

Denda bagi Perusahaan yang Telat Membayar THR

Pengusaha wajib beri THR paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Pengusaha yang terlambat membayar THR kepada pekerja dikenakan denda sebesar 5% dari total THR yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Hal ini diatur dalam Pasal 10 ayat 1 Permenaker 2016.

Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR kepada pekerja.

perhitungan thr
sumber gambar: shutterstock

Denda bagi Perusahaan yang Tidak Memberikan THR

Bagaimana jika perusahaan tidak memberikan THR ke pekerjanya?

Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja, pengusaha yang melanggar ketentuan pembayaran THR akan diancam dengan hukuman, baik hukuman pidana kurungan maupun denda.

Dan juga bisa dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha.

Apabila perusahaan kamu tidak memberikan THR kepada kamu, atau jika cara menghitung THR tidak sesuai ketentuan yang sudah dijelaskan di atas. Maka kamu bisa mengadukan masalah tersebut ke Dinas Tenaga Kerja Setempat.

Selain itu, kamu juga bisa mengajukan gugatan perselisihan hak ke Pengadilan Hubungan Industrial di provinsi tempat kamu bekerja.

Perselisihan hak adalah perselisihan yang timbul akibat tidak dipenuhinya hak karena adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Tahun Ini, PNS Tetap Dapat Gaji ke-13 dan THR 2020

Tahun 2020, pemerintah Jokowi-JK tetap memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Untuk jadwal pemberian THR 2020 bagi PNS tergantung hari lebarannya. Menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani dilansir dari Liputan6.com (09/01/2019), Apabila Lebaran maju dibandingkan tahun ini, maka penyalurannya pun akan dipercepat.

Sementara itu, untuk penyaluran gaji ke-13 akan dilakukan pada Juli 2020 bersamaan dengan masuknya anak sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu PNS mencukupi kebutuhan yang meningkat pada saat masuknya akan sekolah.

Untuk jumlah alokasi anggaran untuk THR 2020 dan gaji ke-13 bagi PNS, prajurit TNI, anggota kepolisian, serta para pensiunannya tidak berbeda jauh dari alokasi di tahun 2019. Bila ada perubahan pun tergantung adanya kenaikan pangkat dan tunjangan kinerja untuk PNS.

Infografik Perhitungan THR

perhitungan thr
sumber gambar: sofi.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agatha Christie

Berkenalan dengan Agatha Christie, Novelis yang Dikenal Sebagai ‘Ratu Kejahatan’

aplikasi perkiraan prediksi cuaca terbaik

Wajib Tahu! Ini 6 Aplikasi Cuaca Terbaik dan Terakurat untuk Android dan iOS