5 Penyebab Paling Sering Anak Tantrum tapi Jarang Disadari Ortu

Ayah dan bunda, peka dong~

penyebab anak tantrum
Shutterstock

Anak tantrum memang bikin bingung dan pusing. Tantrum sendiri adalah bentuk luapan emosi anak yang tidak terkendali. Sering kali luapan emosi ini bentuknya berupa perilaku agresif mulai dari melempar barang, memukul, berteriak-teriak kencang, menangis meraung-raung, dan masih banyak lainnya. Namun sebelum terpancing emosi, ada baiknya orangtua mengenali penyebab anak tantrum dalam ulasan berikut.

Tantrum Adalah Kondisi yang Wajar

Pada dasarnya tantrum adalah bagian dari proses perkembangan anak, terutama saat anak memasuki usia 15 sampai 6 tahun. Makanya, kondisi ini sebenarnya dianggap wajar terjadi pada anak. Hal ini pun diamini oleh Andy C. Belden, PhD, seorang psikolog perkembangan anak.

Belden mengatakan dalam laman WebMD bahwa setiap anak sangat mungkin mengalami tantrum. Ketika anak tantrum, Belden pun mengimbau agar para orangtua selalu mengawasi mereka dan mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan olehnya.

Tantrum menjadi masalah dan perlu diwaspadai ketika anak memiliki frekuensi mengamuk yang berlebihan, terlampau sering, dan sulit dikendalikan. Kalau sudah begini, jangan ragu untuk membawa anak berkonsultasi ke dokter atau psikolog anak. Pasalnya, tantrum yang berlebihan bisa jadi tanda bahwa ada masalah pada perkembangan si kecil.

Baca juga:  Anak Tantrum Bikin Pusing? Coba 5 Cara Ini untuk Mengatasinya

Penyebab Anak Tantrum yang Perlu Diketahui Ortu

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tantrum sejatinya adalah bentuk emosi anak yang tidak terkendali. Sama seperti demam, penyebab tantrum pun ada begitu banyak sekali. Beberapa yang paling umum di antaranya:

1. Mencari perhatian

Anak-anak, terutama balita, umumnya paling senang bila diperhatikan dan diberi ‘ruang’ untuk tampil. Itulah sebabnya, ingin menjadi perhatian orangtua bisa jadi salah satu faktor penyebab anak tantrum.

Cara mencari perhatian ini pun beragam. Bisa dengan melakukan hal-hal baik, sampai memprotes berbagai hal dengan cara yang agresif. Ya, anak mungkin akan berteriak keras-keras, menangis, hingga mengamuk tak karuan demi mendapatkan apa yang mereka mau.

2. Anak Kelaparan

Orang dewasa yang sedang kelaparan biasanya akan cenderung jadi uring-uringan. Nah, sama halnya orang dewasa, anak-anak yang kelaparan biasanya akan tantrum atau menunjukkan hal yang serupa.

Oleh sebab itu, bila si kecil tiba-tiba rewel tanpa sebab yang jelas, jangan langsung panik. Cobalah untuk berikan dirinya makanan, atau minuman terlebih dulu.

3. Keinginan yang Tak Dituruti

Penyebab lainnya anak tantrum bisa karena keinginan yang tidak dituruti. Misalnya, orangtua tidak membelikan mainan yang diminta si anak.

Akibatnya, anak akan meluapkan amarah dan rasa kecewanya dengan cara berteriak, melempar benda yang ada di sekitarnya, hingga mungkin menyakiti dirinya sendiri.

Baca juga:  Tanda Anak Sehat dan Tidak Kurang Gizi yang Perlu Diperhatikan Ortu

4. Terlalu Lelah Bermain

Anak-anak senang bermain ke sana kemari. Tanpa disadari, hal tersebut membuat mereka amat kelelahan.

Bagi beberapa anak, mungkin sulit menyampaikan rasa lelah ke orangtuanya. Sebaliknya, mereka lebih memilih jalan instan dengan menangis terus.

5. Mengalami Kecemasan

Tantrum yang dialami anak mungkin bisa disebabkan karena dirinya sedang mengalami kecemasan. Sekalipun anak tidak memiliki gangguan kecemasan menyeluruh, mereka mungkin masih terlalu reaktif terhadap situasi-situasi yang memicu kecemasan.

Hal ini bisa karena takut ruangan yang gelap, takut ditinggal orangtua, susah tidur dan berkonsentrasi, hingga jadi korban bullying. 

Baca juga:  5 Bentuk Pola Asuh Orangtua yang Dapat Berdampak Negatif Pada Anak

sinopsis film Confidential Assignment

Sinopsis Film Korea Confidential Assignment Tayang di Trans 7

PSBB Jakarta Masuk Masa Transisi, Ini Protokol Tempat Kerja yang Wajib Diterapkan