Sudahkah Memilih Permainan Anak dengan Tepat?

permainan anak
depositphotos.com

Dunia anak adalah dunia bermain, oleh karena itu pemilihan alat permainan anak yang tepat sangat diperlukan. Namun sayangnya, di zaman sekarang, anak-anak lebih tertarik dengan gadget, padahal masih banyak permainan lain yang dapat membantu proses perkembangan kreativitas anak, salah satunya adalah Lego.

Kenapa Lego? 

Menurut Ratih Ibrahim M.M. psikolog dari Personal Growth dilansir dari Liputan6.com (04/11), permainan Lego memiliki peran tersendiri bagi perkembangan tiga jenis kecerdasan. Dari segi kecerdasan kognitif, anak dapat mengenal konsep dasar (bentuk, warna, jumlah, jarak, dan ruang), berimajinasi kreatif, mengasah logika (membangun konsep dan strategi), belajar menyelesaikan masalah, dan meningkatkan daya konsentrasi.

“Anak akan diajarkan tentang warna dan bentuk (LEGO) bermacam-macam yang bisa dihubungkan. Logika juga akan berkembang. Kalau penumpang terlalu kecil atau ringkih, bangunannya tidak akan bisa jadi besar. Nalarnya akan terbentuk. Kemudian menyelesaikan masalah. Anak berpikir, ‘Kenapa nggak bisa nempel?’. Nanti akan ada trial dan error. Dari situ, dia akan belajar menyelesaikan masalah,” ujar Ratih.

permainan anak
Getty Images

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie dikutip dari republika.co.id (04/11), permainan Lego didesain tidak hanya untuk menstimulasi perkembangan anak sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya. Namun Lego juga menantang kreativitas dan imajinasi segala usia baik remaja dan dewasa. Intinya bermain Lego itu menyenangkan sekaligus bermanfaat.

Berikut detail manfaat permainan Lego untuk anak-anak:

  1. Dapat mengenal warna, karena brick-brick Lego terdiri dari banyak warna, sehingga saat bermain dapat sambil belajar untuk mengenal warna.
  2. Dapat melatih kreativitas, dengan banyaknya bentuk brick Lego, maka anak-anak dapat berkreasi membuat apapun yang disuka, misal mobil, rumah, hewan, dan lain-lain.
  3. Dapat melatih kepercayaan diri, karena bagi anak ada kepuasan tersendiri bahwa mereka dapat membentuk sebuah benda hanya dari brick-brick yang disusun, dan setelahnya dapat menceritakannya ke orang tua, dan jangan lupa untuk memberikan apresiasi kepada anak atas pencapaiannya membuat sesuatu.
  4. Dapat mengembangkan kemampuan bercerita dan bermain peran, karena saat anak bermain peran, otomatis mereka akan mengembangkan kemampuan bercerita yang berpengaruh pada kosakata, tata bahasa, dan pemahaman verbal.
  5. Dan manfaat yang paling dirasakan adalah adanya quality time antara orang tua dan anak, karena akan saling bekerja sama untuk menyelesaikan bentuk sesuai dengan buku panduan, dan tentu saja dapat membuat anak berkreasi membentuk Lego sehingga dapat membuat cerita dari Lego yang dibuat bersama.

Bagaimana memilih Lego yang tepat untuk permainan anak?

Lego sendiri terbagi menjadi dua ukuran, yakni Lego reguler dan Lego Duplo. Lego reguler ditujukan untuk anak berusia 7 tahun ke atas dan tidak direkomendasikan untuk anak di bawah usia tersebut, karena beresiko tertelan.

permainan anak
Lego Duplo untuk anak umur 2-5 tahun, lego.com

Sementara, Lego Duplo direkomendasikan untuk anak-anak berusia 2-5 tahun, karena berukuran lebih besar, guna mengurangi resiko tertelan, dan biasanya Lego Duplo tidak dapat dimodifikasi karena tujuan awalnya hanya untuk mengasah imajinasi sederhana. 

Jadi, memilih Lego yang tepat disesuaikan dengan umur anak ya.

Selamat bermain!

Berikan Komentar Anda

Kartu pekerja jakarta

Kartu Pekerja Jakarta: Cara, Syarat, Manfaat, Penggunaan

7 OOTD Jimin BTS, Casual Hingga Mewah