THR Karyawan 2020: Waktu Pencairan, Cara Menghitung, Aturan Pegawai Kontrak & Tetap

Jangan sampai keliru, ya!

THR karyawan
pxhere.com

THR jadi hal yang selalu ditunggu pekerjan kala lebaran tiba. Berdasarkan Permenaker No. 6/2016, setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, baik itu berbentuk perusahaan, yayasan, perorangan, atau perkumpulan.

Dengan demikian, pemberian THR bagi karyawan swasta yang masih bekerja wajib adanya. Namun dikarenakan tahun 2020 ini adanya pandemi Corona Covid-19, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan bila pengusaha boleh mencicil atau menunda pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), dengan catatan disepakati oleh pekerja.

Dalam artikel ini, Wokenim akan membahas seputar THR karyawan 2020 dalam bentuk tanya jawab yang berpatokan pada aturan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja Semoga bermanfaat ya!

Kapan THR cair?

Dalam Pasal 5 ayat 4 Permenaker No.6/2016, THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Sehingga bila Idulfitri 2020 jatuh pada tanggal 24 Mei 2020, THR wajib dibayarkan paling lambat tanggal 17 Mei 2020.

Bagaimana cara menghitung THR karyawan?

Dalam Permenaker No.6/2016 Pasal 3 Ayat 1, berikut cara menghitung THR karyawan:

  • Masa kerja 12 bulan atau lebih: 1 bulan upah
  • Masa kerja minimal 1 bulan, kurang dari 12 bulan: masa kerja/12x 1 bulan upah.

Upah di sini adalah upah bersih atau upah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap. Sementara tunjangan tetap adalah suatu pembayaran yang diberikan secara teratur, seperti tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan kematian, tunjangan daerah dan lain-lain. 

Bagaimana perhitungan THR karyawan kontrak? 

THR diberikan berdasarkan masa kerja, bukan status pekerja. Sehingga perhitungan THR karyawan kontrak ataupun karyawan tetap sama. 

Bila karyawan kontrak tersebut sudah bekerja selama 12 bulan atau lebih, karyawan kontrak tersebut berhak dapatkan 1 (satu) bulan upah.

Sementara bila karyawan kontrak tersebut baru bekerja kurang dari 12 bulan, minimal 1 bulan, rumus perhitungan THR karyawan kontrak tersebut adalah masa kerja (dengan satuan bulan) dikali gaji 1 bulan kemudian dibagi 12.

Berikut contoh hitung THR untuk karyawan tetap atau karyawan kontrak

Bila pekerja telah bekerja lebih dari 12 bulan

Misalkan Luci telah bekerja selama 3 tahun di perusahaan FGH. Luci mendapatkan upah pokok: Rp5.000.000, dengan tunjangan tidak tetap untuk transportasi dan makan Rp1.500.000. Berapa THR yang didapatkan Luci? Fifi berhak mendapatkan THR 1 bulan gajinya, berikut perhitungan THR untuk Fifi ialah 1 x (Rp5.000.000) = Rp5.000.000.

Sedangkan untuk pekerja yang baru bekerja kurang dari 12 bulan

Misalkan: Pia baru bekerja di Perusahaan JKL, selama 2 bulan. Upah pokok Pia: Rp6.000.000, dengan tunjangan tidak tetap untuk transportasi dan makan Rp300.000 dan tunjangan tetap komunikasi Rp200.000. Berapa THR yang didapat Fiana? Perhitungannya adalah masa kerja/12 x 1 bulan upah. Jadi perhitungan THR untuk Pia adalah: 2/12 x (Rp6.000.000 + Rp200.000) = Rp1.033.333

Kalkulator Perhitungan THR

Untuk memudahkan kamu menghitung THR karyawan, berikut kalkulator THR 2020:

[CP_CALCULATED_FIELDS id=”6″]

Apakah karyawan resign dan terkena PHK berhak dapat THR?

Dalam Pasal 7 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, tertuang bila pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan, berhak atas THR Keagamaan.

Sehingga, bila karyawan tersebut resign ataupun mengajukan pengunduran diri setidaknya terjadi 30 hari sebelum hari keagamaan, pekerja tersebut berhak atas THR (Tunjangan Hari Raya).

thr karyawan

Bolehkah perusahaan tidak membayar THR karyawan dengan alasan pandemi Corona Covid-19?

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan bila pengusaha boleh mencicil atau menunda pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), dengan catatan disepakati oleh pekerja. Artinya perusahaan tetap wajib mencairkan atau membayarkan kepada THR pekerja, meski THR tersebut ditunda atau dicicil.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja, pengusaha yang melanggar ketentuan pembayaran THR akan diancam dengan hukuman, baik hukuman pidana kurungan maupun denda.

Dan juga bisa dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha.

Apabila perusahaan tempat kamu bekerja tidak membayar THR kepada pekerja, atau jika cara menghitung THR tidak sesuai ketentuan yang sudah dijelaskan di atas. Kamu bisa mengadukan masalah tersebut ke Dinas Tenaga Kerja setempat.

Selain itu, kamu juga bisa mengajukan gugatan perselisihan hak ke Pengadilan Hubungan Industrial di provinsi tempat kamu bekerja. Perselisihan hak di sini maksunya adalah perselisihan yang timbul akibat tidak dipenuhinya hak karena adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Bolehkah THR diganti dalam bentuk barang?

Dalam Pasal 6 Permenaker No.6/2016, THR wajib diberikan dalam bentuk uang dengan ketentuan menggunakan mata uang rupiah negara Republik Indonesia.

Baca juga:  Panduan Lengkap Perhitungan THR 2020

lirik leo Bolbbalgan4 baekhyun

Lirik Leo Bolbbalgan4 ft Baekhyun EXO Beserta Terjemahannya

pelatihan prakerja

Ini Dia Paket Pelatihan Prakerja Paling Laku Dibeli Peserta