Tips Mengelola Keuangan dengan Prinsip 10-20-30-40

Biar aset makin banyak~

tips mengelola keuangan
Shutterstock

Setiap orang tentu punya caranya sendiri untuk mengelola keuangan dari penghasilannya. Namun, bila kamu merasa stuck dengan cara yang itu-itu saja, enggak ada salahnya untuk mencoba tips mengelola keuangan dengan prinsip 10-20-30-40. Tips ini bisa diterapkan oleh semua kalangan. Kunci keberhasilannya hanya satu, yaitu konsisten.

Penasaran ingin coba? Yuk, simak infonya!

10% – Kebaikan

Berapapun penghasilan kamu, usahakan untuk tetap berbuat kebaikan. Kebaikan disini jangan selalu diartikan untuk memberikan sumbangan atau donasi yang besar.

Melainkan bisa dimulai dengan memberikan sedikit kepada orang tua, atau memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Jadi, ketika punya uang, sisihkan 10 persen dari uang yang kamu miliki untuk berbagi ke orang lain, ya!

Baca juga:  5 Kiat Bijak Mengatur Keuangan di Masa Krisis akibat Corona

20% – Investasi, dana darurat, dan asuransi

Tips mengelola keuangan satu ini lebih ke arah masa depan. Idealnya, setiap orang menyisihkan setidaknya 20 persen dari penghasilan yang dimiliki untuk investasi, asuransi, ataupun dana darurat.

Nah, bila kamu sewaktu-waktu membutuhkan pengeluaran yang sifatnya darurat, maka kamu bisa mengambil dana dari pos ini.

30% – Cicilan produktif

Cicilan produktif yang termasuk di dalam pos ini adalah cicilan rumah, atau cicilan sewa rumah, cicilan kendaraan, atau peralatan kebutuhan wajib.

Selama hutang atau cicilan yang kamu miliki adalah untuk pembelian aset yang sifatnya produktif, menunjang pekerjaan, dan besarnya tidak melebihi 30% dari total penghasilan, maka masih dapat dikatakan wajar.

Tips mengelola keuangan satu ini penting untuk diperhatikan. Jangan sampai cicilan produktif kamu lebih besar dari jumlah pengeluaran kebutuhan belanja bulanan.

40% – Kebutuhan sehari-hari

Persentase paling besar ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk transportasi, tagihan listrik, telepon, air, pulsa, makan, hobi, pakaian, dan sebagainya. Semua yang sifatnya kebutuhan pokok ataupun gaya hidup dapat dimasukkan ke pos ini.

Baca juga:  5 Cara Asik Mengajarkan Anak untuk Mengatur Keuangan yang Baik Sejak Dini

Bagaimana Kalau Tidak Cukup?

Bila ternyata setelah dibuat persentase-persentase seperti di atas penghasilan kamu tetap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, jangan khawatir. Kamu bisa mencoba beberapa langkah di bawah ini:

1. Turunkan gaya hidup

Banyak orang menghabiskan uang lebih banyak dari kemampuannya, sehingga harus mulai memilah mana yang memang benar penting dan mana yang tidak perlu.

2. Bedakan keinginan dan kebutuhan

Dengan belajar mengendalikan keinginan, secara tidak langsung membantu kamu untuk menghemat pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu.

3. Tingkatkan penghasilan

Bila semua sudah dilakukan dan masih tidak cukup, mungkin ini saatnya kamu untuk meningkatkan penghasilan, misalnya dengan melakukan pekerjaan sampingan.

Kalau kamu cermat, sebenarnya ada banyak sekali peluang pekerjaan sampingan yang bisa dicoba. Kamu tinggal menyesuaikan kemampuan yang miliki dengan lapangan pekerjaan yang ada.

Lirik More & More TWICE

Lirik Lagu More & More TWICE dan Terjemahannya

Resep nasi timbel komplit

Resep Nasi Timbel, Kudapan Khas Sunda yang Nikmat untuk Makan Siang